WH.Nganjuk – SLJ (salam lima Jari Anti Korupsi) Kabupaten Nganjuk soroti adanya dugaan pungutan liar dan persekusi dana KIP disalah satu sekolah menengah Kejuruan Kabupaten Nganjuk yakni SMK 2 Bagor. Sorotan tajam ini tak lain sebab adanya aduan dari salah satu narasumber yang mungkin merupakan wali murid dari sekolah tersebut.
Kejadian ini sontak membuat,emosi Yulma sapaan akrab Ketua SLJ,mendapat aduan tersebut. Serta langsung menggunggah dalam platform media sosial di grup whats App screenshoot atau tangkapan layar,dari narasumber yang ada.
Melalui telpon Whats App pada 15/2/26 Ketua SLJ yang terkenal nyentrik ini”menjelaskan” bahwa kejadian tersebut terjadi di SMK 2 Bagor Kabupaten Nganjuk ,yang mana selain ada pungutan dengan variatif nominal dan beberapa unsur,juga terdapat persekusi KIP diminta pasca pencairan di Bank BNI.
“Ini jelas pelanggaran,harusnya sudah tidak ada boleh pungutan seperti ini,kalau nanti mereka berkata ini sumbangan kenapa nominal yang ada sudah di tentukan “Tegasnya.
Dilain hal ,Dedi salah satu Kepala Desa Kabupaten Nganjuk ,merasa ironi atas pristiwa tersebut apabila memang kejadian itu benar-benar terjadi. Dimana Desa dalam hal ini telah memberikan layanan yang cepat,tepat dan efisien kepada para orang tua yang ingin mendapatkan KIP,mengapa hal seperti dugaan diatas terjadi . “Di hubungi Via Whats App dihari yang sama.
“Tentu ini sangat disayangkan ,’bagaimana tidak selama ini Desa sangat memprioritaskan para warga yang ingin mendapatkan KIP,yakni ada rel khusus bagi mereka.
Hal ini kita prioritaskan dalam layanan surat menyuratnya, Agar anak-anak mendapatkan dana tersebut. Yang nantinya membantu keperluan sekolah,memberi dorongan semangat belajar,memberi motivas,meningkatkan kepercayaan ini dengan fasilitas yang di dapat guna penunjang belajar dari dana tersebut,mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi.
Dan Jika hal ini benar terjadi ,maka ini merupakan suatu cambukan bagi dunia pendidikan kita yang terjadi didepan mata,Perlu hal ini segera di tindak lanjuti dan diperhatikan baik oleh sekolah maupun pihak-pihak yang bersangkutan lainnya.”Ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak SMK dikarenakan mungkin masih hari minggu dan esok libur. Beberapa kepala sekolah Kejuruan yang di hubungi via whats app guna meminta nomer kepala sekolah untuk keperluan konfirmasi lanjutan juga tidak memberikan balasan. (Tn/Bersambung)
editor : Ida











