WH.Nganjuk – Miris,’Hanya karena belum melakukan pelunasan terhadap suatu pembayaran salah satu siswa di Kabupaten Nganjuk,tepatnya di SMK 1 dan 2 bagor kini terancam tak dapat nomor ujian. Hal ini semakin menambah daftar panjang bahwa banyaknya dugaan pungutan yang dilakukan beberapa sekolah di Nganjuk.
Seperti disampaikan Yulma Ketua Salam Lima Jari Kabupaten Nganjuk pada 27/2/26 bahwa salah satu siswa SMK 2 Bagor berlokasi di Kabupaten Nganjuk terancam tidak mendapatkan nomor ujian guna mengikuti ulangan mendatang.

Dalam percakapan via Aplikasi Whats app yang mengaku dari wali murid di tuliskan bahwa anaknya kemungkinan tidak dapat nomer ujian karena harus melakukan pembayaran satu semester sebesar 450 ribu rupiah. Namun karena tidak memilki kemampuan finansial saat ini anaknya terpaksa tidak mendapat nomor ujian.
Tak sampai disitu hal lain di SMK 1 bagor nampaknya juga menjadi sorotan tajam,pasalnya terdapat dugaan pencairan dana PIP untuk pembayaran tertentu di sekolah tersebut. Dimana dari informasi ada dari grup sekolah yang di screenshoot oleh kemungkinan wali murid. Terdapat percakapan untuk pengarahan setelah pencairan dari BNI agar segera ke salah satu lokasi di sekolah karena akan ada yang dibahas serta untuk membawa kwitansi pembayaran dari kelas X – XII.
editor : Ida











