Dapur Gizi Tonjong Hidupkan Solidaritas dan Serap Tenaga Kerja Lokal

banner 468x60

WH.Sukabum – Riuh rendah deru kendaraan yang melintasi jalur utama Cibadak-Palabuhanratu sore itu seolah luluh oleh kehangatan yang terpancar dari area Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) Tonjong 1, Kabupaten Sukabumi. Di tepi jalan yang sibuk, sebuah tradisi bertajuk “Malam Minggu Berkah” tengah berlangsung, mempertemukan semangat berbagi dengan kemandirian ekonomi warga lokal.

Suasana berbuka puasa di aula SPPG Tonjong 1 menyajikan pemandangan yang menyentuh. Tidak ada sekat formalitas; Ucup Junansyah selaku pemilik yayasan dan Zulfat selaku pengelola, tampak tak segan membagikan sendiri menu berbuka langsung kepada para pekerjanya. Kesan hangat antara atasan dan bawahan ini menjadi ruh di balik operasional dapur yang sudah berjalan selama enam bulan tersebut.

Komitmen Zulfat: Keberkahan dan Dampak Luas

Zulfat, pengelola yayasan sekaligus pemilik dapur SPPG Tonjong 1, menjelaskan bahwa kegiatan bagi takjil dan buka bersama ini rutin digelar setiap hari Sabtu di bulan Ramadan untuk menebar kebermanfaatan bagi wilayah setempat.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu di bulan Ramadan. Tujuannya untuk kebermanfaatan di wilayah setempat karena kita memanfaatkan momen mencari pahala yang luar biasa keberkahannya,” ujar Zulfat.

Ia menambahkan bahwa agenda Sabtu selalu diawali dengan aksi bersih-bersih lingkungan atau korve sesuai anjuran Juknis BGN (Badan Gizi Nasional). Terkait dampak program Makan Bergizi (MBG), Zulfat melihat adanya efek domino yang besar bagi ekonomi kerakyatan.

“MBG ini sangat multiplier effect di mana semua sektor terkena dampaknya; UMKM hingga masyarakat yang awalnya tidak ada pekerjaan jadi bekerja. Bismillah, kita kawal supaya lancar. Ke depan, kami akan terus tingkatkan kegiatan sosial ini, bukan cuma di Ramadan, agar program ini makin berkah,” ungkapnya optimis.

Ucup Junansyah: Filantropi Mandiri Tanpa Uang Negara

Sementara itu, Ucup Junansyah selaku Pemilik Yayasan Peduli Lingkungan Bermanfaat, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran dapur ini sebagai sarana berbagi rezeki. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas program dengan menggunakan dana pribadi untuk aksi sosial.

“Alhamdulillah, kami memakai uang pribadi untuk kegiatan apa pun, mulai bagi takjil hingga buka bersama. Semua pakai uang sendiri karena kami ingin warga juga merasakan rezeki kami,” tegas Ucup.

Ucup juga menjelaskan bahwa pemberian hadiah Umrah bagi PIC sekolah merupakan bentuk syukuran atas kelancaran program. Ia pun bangga dapur ini mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.

“Tenaga kerja 90 persen kita prioritaskan warga setempat untuk mengurangi pengangguran di Desa Tonjong. Harapan kami ke depan, semoga program ini berlanjut terus, maju, dan memberikan manfaat untuk yang lainnya,” kata Ucup.

Cerita dari Garda Depan: Devi dan Renata

Dampak nyata dari kebijakan tersebut dirasakan langsung oleh Devi Nur Aliyah, karyawan divisi pemorsian di SPPG Tonjong 1 yang sudah mengabdi selama enam bulan.

“Kebetulan saya sudah menikah dan berdirinya dapur ini sangat membantu perekonomian keluarga saya. Kalau Sabtu tetap ke sini (bekerja) bagi saya tidak capek karena kalau di rumah juga tidak ada kegiatan. Bagi saya Pak Haji Ucup sangat baik dan royal, sementara Pak Zulfat humoris. Senang bisa punya banyak teman baru,” tutur Devi.

Kisah serupa datang dari Renata Andani Putri, pekerja di SPPG Kertajaya 1 yang baru bergabung selama satu bulan. Sebagai lulusan baru SMA, ia sempat merasa putus asa dalam mencari pekerjaan.

“Mencari pekerjaan itu sangat susah, jadi saya sangat terbantu setelah dapur ini berdiri. Masuk di hari Sabtu juga hitung-hitung untuk ngabuburit. Terima kasih untuk Pak Haji Ucup dan Pak Zulfat yang sudah membantu proses pendaftaran. Harapannya ke depan agar SPPG ini pastinya jadi lebih baik lagi,” pungkas Renata.

Nanan apon

SUKABUMI – Aktivitas kendaraan yang tak pernah sepi di jalur Cibadak-Palabuhanratu tak menyurutkan suasana hangat yang terasa di area Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Tonjong 1, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi yang berada di pinggir jalan utama itu, kegiatan berbagi dalam balutan program sosial rutin Ramadan menghadirkan nuansa kebersamaan antara pengelola dan para pekerja.

Setiap Sabtu selama bulan suci, SPPG Tonjong 1 menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama yang melibatkan seluruh karyawan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan kerja yang selama ini terjalin.

Pemilik yayasan, Ucup Junansyah, bersama pengelola dapur, Zulfat, tampak turun langsung melayani para pekerja saat waktu berbuka tiba. Momen tersebut berlangsung tanpa sekat, menghadirkan kedekatan yang jarang terlihat dalam suasana kerja formal.

Zulfat menjelaskan, agenda berbagi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk komitmen sosial yang konsisten dilakukan selama Ramadan. Selain pembagian takjil, setiap Sabtu juga diawali dengan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, sejalan dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperluas manfaat. Kami ingin keberadaan dapur ini tidak hanya berfokus pada pelayanan gizi, tetapi juga memberi dampak sosial langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, program Makan Bergizi yang dijalankan memiliki efek berantai terhadap sektor ekonomi lokal. Sejumlah pelaku usaha kecil, pemasok bahan makanan, hingga warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini ikut merasakan dampaknya.

“Pergerakan ekonomi di tingkat bawah terasa. Banyak warga yang kini punya kesempatan kerja dan tambahan penghasilan. Ini yang ingin terus kami jaga,” tambahnya.

Sementara itu, Ucup Junansyah menegaskan bahwa berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dibiayai secara mandiri tanpa menggunakan dana pemerintah. Ia menyebut, komitmen tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Kegiatan sosial ini murni dari dana pribadi. Kami ingin berbagi secara langsung dan memastikan manfaatnya dirasakan warga sekitar,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen tenaga kerja di dapur tersebut berasal dari lingkungan setempat. Kebijakan itu diambil untuk membantu menekan angka pengangguran di Desa Tonjong dan sekitarnya.

“Prioritas kami jelas, warga sekitar harus menjadi bagian utama dari program ini,” katanya.

Manfaat keberadaan dapur pelayanan gizi tersebut dirasakan langsung oleh para pekerja. Devi Nur Aliyah, salah satu karyawan yang bertugas di bagian pemorsian, mengaku penghasilannya sangat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, sejak bekerja di sini ekonomi keluarga lebih terbantu. Suasananya juga nyaman, jadi bekerja terasa ringan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Renata Andani Putri, lulusan SMA yang baru bergabung sekitar satu bulan lalu. Ia mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan sebelum akhirnya diterima bekerja di dapur tersebut.

“Kesempatan kerja memang tidak mudah didapat. Saya bersyukur bisa bergabung di sini dan punya aktivitas yang produktif,” katanya.

Dengan kegiatan sosial yang terus digulirkan, pengelola berharap keberadaan SPPG Tonjong 1 dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi berkelanjutan, tidak hanya dalam penyediaan makanan bergizi, tetapi juga dalam memperkuat solidaritas dan perekonomian warga di sekitarnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *