Melawan ‘Invisible Market’: Bakesbangpol Tulungagung Perkuat Literasi Digital Desa dalam Strategi P4GN

banner 468x60

WH.TULUNGAGUNG – Perang melawan narkoba di tahun 2026 tidak lagi hanya terjadi di gang-gang gelap, melainkan telah berpindah ke ruang digital yang tak kasat mata. Menyikapi fenomena ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi masif bertajuk “Peningkatan Pemahaman P4GN bagi Masyarakat” di Auditorium UBHI PGRI, Kamis (5/3/2026).

​Transformasi Ancaman di Era Digital
​Kepala Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E., dalam paparannya menyoroti munculnya “Invisible Market” atau pasar gelap digital. Sindikat narkotika kini memanfaatkan algoritma media sosial dan transaksi kripto atau daring yang sulit dilacak oleh pengawasan fisik konvensional.

​”Pergeseran modus ke arah daring membuat peredaran narkoba kian sulit dideteksi secara fisik. Inilah mengapa literasi digital bagi orang tua dan perangkat desa menjadi harga mati. Kita tidak bisa lagi hanya menjaga gerbang desa secara fisik, tapi juga harus menjaga ‘gerbang digital’ anak-anak kita,” tegas Agus Prijanto di hadapan ratusan peserta dari unsur kecamatan dan desa.

​Desa Bersinar: Bukan Sekadar Label
​Senada dengan hal tersebut, Kepala BNNK Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwono, S.E., M.Ak., bersama perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menekankan bahwa program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) harus menjadi gerakan akar rumput yang organik.

​Strategi utama yang diusung dalam pertemuan ini meliputi tiga pilar:
​Sistem Deteksi Dini: Mendorong warga desa untuk aktif melapor tanpa rasa takut melalui kanal pengaduan yang aman.
​Imunitas Sosial: Membangun ketahanan keluarga sehingga individu memiliki daya tangkal internal terhadap tawaran narkoba.

​Agen Perubahan: Memastikan setiap perangkat desa dan tokoh pemuda mampu mengedukasi lingkungannya mengenai bahaya zat psikoaktif baru yang sering berkamuflase sebagai produk legal.
​Mencetak Agen Perubahan
​Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap kegiatan ini melahirkan ribuan “mata dan telinga” baru di tingkat desa.

Peserta didorong untuk tidak menjadi penonton pasif, melainkan menjadi benteng pertama yang mampu memberikan imunitas bagi lingkungannya.
​”Pencegahan lebih murah dan mulia daripada pengobatan atau penindakan. Dengan sinergi antara Bakesbangpol, BNNK, dan masyarakat desa, kita optimis Tulungagung mampu mewujudkan generasi sehat tanpa narkoba,” pungkas Agus Prijanto sembari membuka acara secara resmi.

Melalui langkah ini, Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, demi melindungi bonus demografi menuju Indonesia Emas.

( Agung)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *