WH.Nganjuk – Ditengah Pemerintahan Kang Marhaen dan Mas Handy berbenah jalan-jalan di Kabupaten Nganjuk,nampaknya tetap akan menjadi PR panjang di Kota Bayu. Bagaimana tidak material tambang dari jombang diduga malah dominisasi pengurukan di salah satu berdirinya calon perusahaan di Desa Dawuhan Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.
Dimana tambang dari luar kota tersebut tentunya tidak membayar pajak di Kabupaten Nganjuk melainkan di Jombang. Terkait kerusakan jalan ini pastinya tidak hanya usapan jempol belakang mamun dapat di rasakan langsung jika melintas pada jalan alternatif Nganjuk-surabaya via Lengkong-Jatikalen (utara) menuju Jombang, atau melalui Baron-Tanjunganom (selatan). Rute ini menghindari simpang empat Kertosono, mengarah ke Ploso (Jombang) atau Mojokerto, lalu ke Surabaya, seringkali lebih lancar saat puncak arus mudik.
Hal ini menjadi sorotan,lebih dan sempat dikatakan lantang oleh Eko salah satu pendemo di PT Mitra Abadi Sempurna bahwa material pengurukan berasal dari kabuh jombang.Serta di teriakan salah satu aktifis saat orasi bahwa bayar pajak di jombang,bikin rusak jalan disini. Seharusnya pekerjaan – pekerjaan pengurukan yang notabennya berada di wilayah Kabupaten Nganjuk harusnya mengambil meterial dari tambang juga yang membayar pajak,berkontribusi serta berwilayah di Nganjuk.
editor : Ida











