Bertahun-tahun Rusak, Jalan Poros Desa Campor–Konang Diperbaiki Swadaya Warga

banner 468x60

WH.Bangkalan — Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Saddam Huzain, mengkritisi kondisi jalan rusak di Desa Campor, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan yang dinilai dibiarkan bertahun-tahun tanpa perhatian serius dari pemerintah.

Saddam menilai jalan poros di Desa Campor merupakan akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Namun ironisnya, jalan vital tersebut rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan serius, hingga baru-baru ini masyarakat justru harus melakukan swadaya dan gotong royong untuk pengecoran jalan.

“Ini sangat ironis. Jalan poros penghubung yang menjadi akses utama masyarakat rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan, namun justru masyarakat yang harus bergerak melakukan swadaya. Pertanyaannya, kemana pemerintah selama ini ketika jalan tersebut rusak begitu lama?” ujar Saddam Huzain.

Ia juga menilai, gotong royong masyarakat memang merupakan hal positif, namun kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah belum hadir secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya melihat ini bukan sekadar persoalan jalan rusak, tetapi soal tanggung jawab. Ketika masyarakat sampai harus menggalang swadaya untuk memperbaiki jalan poros, maka ini menjadi kritik keras terhadap perhatian pemerintah terhadap wilayah tersebut,” tegasnya.

Saddam juga menyinggung peran pemerintah setempat agar turut aktif dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Pemerintah desa memang memiliki keterbatasan kewenangan, tetapi setidaknya dapat mendorong dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah kabupaten. Jangan sampai masyarakat bergerak sendiri sementara pemerintah terkesan lambat merespons kebutuhan mendasar,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun hingga masyarakat harus melakukan swadaya menjadi gambaran belum meratanya pembangunan infrastruktur di daerah.

“Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika jalan poros penghubung dibiarkan rusak terlalu lama dan masyarakat harus memperbaiki sendiri, maka ini menjadi alarm keras bagi pemerintah agar lebih serius dalam pemerataan pembangunan,” tutup Saddam Huzain.

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *