Tragis! Pegawai Alfamart Kalibunder Akhiri Hidup di Dalam Toko

banner 468x60

WH.Sukabumi – Warga Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan seorang pria muda yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rolling door sebuah minimarket Alfamart di Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Andiansyah (24), warga Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Korban merupakan seorang pelajar sekaligus karyawan minimarket tersebut.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh rekan kerjanya, Ismail Mardiansyah (22), yang juga tidur bersama korban di dalam toko usai bekerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, korban datang ke Alfamart untuk bekerja seperti biasa.

Malam harinya, korban masih sempat berkomunikasi dengan saksi sekitar pukul 22.30 WIB sebelum akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa keesokan paginya.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali rapia plastik berwarna cokelat yang terlilit di leher dan diikat pada bagian atas rolling door di dalam toko.

“Awalnya saksi mencari korban di dalam toko, namun saat dicek korban sudah dalam kondisi tergantung di bagian rolling door,” ujar salah seorang petugas di lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung melaporkannya ke Polsek Kalibunder. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kalibunder kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.

Kapolsek Kalibunder, AKP Dodi Irawan, SH mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima laporan dari saksi, anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan evakuasi korban bersama tim medis. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban,” ujar AKP Dodi.

Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka lecet pada bagian leher serta lebam mayat di area kepala, wajah dan punggung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kekurangan oksigen.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup lantaran mengalami tekanan ekonomi. Korban disebut tengah mempersiapkan pernikahan namun merasa terbebani biaya pernikahan yang dinilai di luar kemampuannya.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diduga mengalami tekanan ekonomi terkait rencana pernikahan yang sedang dipersiapkan. Namun demikian, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambahnya.

Usai dilakukan pemeriksaan, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan visum.

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu rol tali rapia, telepon genggam milik korban, jaket hitam, celana panjang biru serta surat penolakan autopsi dari pihak keluarga.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *