WH.SUKABUMI – Momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei dimaknai sebagai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Hera Iskandar, menilai peringatan Kebangkitan Nasional harus menjadi titik kebangkitan baru bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman modern, khususnya di era digitalisasi.
Hal itu disampaikan Hera usai mengikuti peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026). Menurutnya, semangat yang dibangun organisasi Budi Utomo pada 1908 harus diterjemahkan kembali sesuai kebutuhan masa kini.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar upacara pengingat sejarah bangsa. Ini adalah momentum bersejarah ketika Budi Utomo mampu menghimpun kekuatan-kekuatan daerah menjadi kekuatan nasional yang akhirnya melahirkan perjuangan besar melawan penjajahan melalui revolusi pemikiran,” ujar Hera.
Ia menilai, jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, maka tantangan generasi saat ini adalah bagaimana membangun kekuatan ekonomi dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi digital.
“Sekarang kekuatan bangsa justru ada di daerah-daerah dengan sistem birokrasi yang desentralistik. Tantangannya bagaimana kita meningkatkan ekonomi dan pengetahuan masyarakat, terutama di bidang digitalisasi. Ini yang harus menjadi semangat kebangkitan hari ini,” katanya.
Hera juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda di Kabupaten Sukabumi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Menurutnya, pemuda harus mampu memahami perubahan pola ekonomi dan teknologi yang kini bergerak cepat menuju era digital.
“Anak-anak muda Sukabumi harus melek digitalisasi. Mereka harus memahami perkembangan ekonomi yang kini bergeser ke arah digital. Semangat Kebangkitan Nasional hari ini adalah semangat Budi Utomo, tetapi dengan perspektif kekinian,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hera turut menyoroti maraknya peredaran narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ia menyebut narkoba dan pengaruh negatif di dunia digital sebagai tantangan besar yang harus dilawan bersama.
“Rusaknya generasi muda salah satunya disebabkan oleh narkoba, ditambah pengaruh konten-konten digital yang tidak bertanggung jawab. Ini harus menjadi musuh bersama,” tegas Hera.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan larangan semata. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus menyediakan ruang positif bagi anak muda agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.
“Generasi muda harus diberikan wadah, kegiatan, dan sarana yang positif supaya mereka menjauhi hal-hal negatif itu. Kita tidak bisa hanya melarang tanpa memberikan solusi dan ruang bagi mereka untuk berkembang,” pungkasnya.(Nanan apon)
editor : Ida











