Menjelang PORPROV X Morowali, Ketua IBR Morowali, Asfar: Meminta Pemkab Morowali Memberdayakan Pelaku UMKM Lokal Dalam Berbagai Festival Besar

banner 468x60

WH.Morowali -Kabupaten Morowali secara resmi bertindak sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah, yang dijadwalkan berlangsung di bulan November 2026.

Ketua IBR, Asfar meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali, di momen tersebut, agar
Memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menjelang penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi yang akan digelar di daerah ini.

Dikatakan, Asfar, kehadiran ribuan atlet, ofisial, pendamping, serta suporter dari berbagai daerah akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, ikut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Ia menilai event olahraga berskala besar tidak hanya menghadirkan persaingan antarkontingen. Kegiatan itu juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.

“Ajang olahraga ini bukan hanya soal pertandingan. Kegiatan ini juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar produknya,” ujar Asfar, Kamis (11/6/2026).

Asfar mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret sejak sekarang. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah menyediakan ruang promosi yang mudah dijangkau masyarakat maupun tamu yang datang ke Morowali.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyiapkan lokasi strategis bagi pelaku UMKM. Lokasi tersebut dapat ditempatkan di sekitar arena pertandingan, pusat keramaian, maupun titik-titik yang menjadi lokasi berkumpulnya pengunjung. Menurutnya, keberadaan stan atau sentra UMKM di lokasi strategis akan membantu pelaku usaha memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Ia menilai kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produk lokal.

Selain penyediaan lokasi usaha, Asfar juga meminta dinas terkait memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, teknik pengemasan yang lebih menarik, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, dukungan seperti itu akan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk mereka di tengah meningkatnya permintaan selama kegiatan berlangsung. Ia mengatakan UMKM selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan besar perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Asfar menilai pemerintah memiliki kesempatan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui berbagai program yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Asfar menegaskan manfaat penyelenggaraan event olahraga tidak boleh hanya terpusat pada arena pertandingan. Manfaat tersebut harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

“Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk menambah nilai ekonomi masyarakat. Jangan sampai manfaat ekonomi hanya dirasakan oleh pihak tertentu, sementara UMKM lokal tidak mendapatkan ruang yang memadai,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah menyusun program khusus yang melibatkan UMKM dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan hingga penutupan acara. Menurutnya, keterlibatan aktif pelaku usaha akan menciptakan pemerataan manfaat ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Apabila pemerintah memberikan ruang yang cukup, UMKM berpotensi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kebutuhan konsumsi yang meningkat selama acara berlangsung diperkirakan membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, produk kerajinan, hingga berbagai produk khas daerah.

Asfar optimistis ajang olahraga tingkat provinsi yang akan berlangsung di Morowali dapat memberikan dampak ganda. Selain mendorong peningkatan prestasi olahraga, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat perekonomian masyarakat.

Ia meyakini kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pelaku usaha akan menjadikan penyelenggaraan kegiatan itu sebagai momentum penting untuk menggerakkan ekonomi lokal serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat Morowali.(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *