Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab, Kades di Nganjuk Tambal Jalan Rusak Pakai Uang Pribadi

banner 468x60

WH.NGANJUK –Demi keselamatan warganya, Kepala Desa Sonobekel, Sentot, mengambil langkah nekat dengan menambal jalan kabupaten yang rusak parah menggunakan dana pribadi. Jalan penghubung dengan nomor ruas 101 di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk ini tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat selama hampir tujuh tahun.

​Langkah ini diambil Sentot karena kondisi jalan sepanjang 3.000 meter tersebut sudah sangat memprihatinkan dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Penambalan difokuskan pada lubang-lubang yang dinilai terlalu dalam dan membahayakan pengendara.

​Jadi Jalur Alternatif, Kondisi Jalan Malah ‘Bosok’

​Kondisi ini dikeluhkan oleh para pelintas yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut. Terlebih lagi, ruas jalan ini tengah menjadi jalur pengalihan arus lalu lintas sementara akibat adanya proyek perbaikan di jalur Kecubung – Sukomoro.

​Yudha, salah seorang pengendara yang kerap melintas, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, jalan yang rusak berat ini sangat menyiksa pengguna jalan, terutama kendaraan yang membawa muatan.
​”Jalannya rusak parah (bosok), Mas. Rusaknya tidak umum, bisa merusak shockbreaker kalau bawa muatan banyak. Padahal ini jalur alternatif dari arah Warujayeng menuju Sukomoro karena ada pembangunan di jalur utama. Semoga segera ada perbaikan,” keluh Yudha dalam bahasa Jawa saat ditemui di lokasi, Jumat (26/6/2026).

​Akan Mengadu ke Kementerian PUPR

​Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sonobekel, Sentot, membenarkan bahwa status jalan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Pihaknya mengaku sudah berulang kali berkoordinasi dengan dinas terkait, namun belum ada tindakan nyata di lapangan.

​Enggan berpangku tangan melihat warganya dalam bahaya, Sentot berinisiatif menambal jalan tersebut semampunya sembari terus mencari solusi jangka panjang. Ia bahkan berencana membawa masalah infrastruktur ini langsung ke tingkat pusat.

​”Kami dari pihak desa akan terus berusaha mencari jalan keluar. Hari Senin besok, saya akan berangkat ke Jakarta menuju Kementerian PUPR untuk berkonsultasi mengenai usulan Bantuan Presiden (Banpres). Sebab, jalan ini kurang lebih sudah 7 tahun tidak pernah diperbaiki,” pungkas Sentot.

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *