WH.Pasuruan – PT Tiga Samudra kembali menegaskan komitmennya terhadap budaya Safety First dengan menggelar Refresher Defensive Driving Training (DDT) bagi para pengemudi atau “Kapten Jalanan”.
Kegiatan berlangsung di Garasi PT Tiga Samudra, Jalan Kaliondo, Gempol, Pasuruan, Kamis (2/7/2026).
Pelatihan ini merupakan program penyegaran bagi para pengemudi yang sebelumnya telah mengikuti Defensive Driving Training. Tujuannya untuk memperkuat kembali pemahaman serta penerapan teknik berkendara defensif guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja, khususnya dalam aktivitas pengangkutan menuju area muat PT Nestlé Indonesia Gempol Distribution Center di Jalan Raya Porong–Pandaan Km 3,8, Bunderan Apollo, Gempol, Pasuruan.
Trainer sekaligus pengurus kecelakaan lalu lintas PT Tiga Samudra, Mahus Ali atau yang akrab disapa Abah Ali, menyampaikan materi yang berfokus pada dua faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, yakni blind spot dan microsleep.
Pada sesi blind spot, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengenali area yang tidak terlihat melalui kaca spion, melakukan pengecekan sebelum berpindah jalur, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pengguna jalan lain, terutama pengendara sepeda motor yang kerap berada di titik buta kendaraan.
Sementara itu, pada materi microsleep, para pengemudi diberikan pemahaman mengenai bahaya tidur sesaat akibat kelelahan. Mereka diajarkan mengenali gejala awal, seperti sering menguap, mata terasa berat, mengantuk, hingga menurunnya konsentrasi. Apabila gejala tersebut muncul, pengemudi diwajibkan segera menghentikan kendaraan di tempat yang aman untuk beristirahat demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Menutup pelatihan, Abah Ali menyampaikan pesan yang menggugah seluruh peserta. Menurutnya, target ritase maupun besarnya bonus tidak akan berarti apabila pengemudi tidak dapat kembali ke rumah dengan selamat.
“Sehebat apa pun Bapak mengejar ritase dan sebesar apa pun bonus yang diperoleh, semuanya tidak akan berarti jika tidak bisa pulang dalam keadaan bernyawa. Di rumah ada istri yang selalu berdoa serta anak-anak yang menunggu kepulangan ayahnya. Mereka tidak mengharapkan bonus yang besar, tetapi menginginkan ayahnya pulang dengan selamat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan prinsip Defensive Driving sebagai budaya kerja.
“Menjadi pengemudi defensive bukan berarti lemah atau penakut. Justru itulah ciri pengemudi yang cerdas, disiplin, dewasa, dan profesional, karena mampu mengendalikan ego demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Jadilah pelopor keselamatan kerja di PT Tiga Samudra,” pesannya.

Melalui Refresher Defensive Driving Training ini, PT Tiga Samudra berharap seluruh pengemudi semakin meningkatkan disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab dalam berkendara. Dengan demikian, setiap perjalanan tidak hanya memastikan muatan tiba dengan aman, tetapi juga memastikan setiap “Kapten Jalanan” dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat untuk berkumpul bersama keluarga.(Ba-Li)
editor : Ida











