SULIT DIHUBUNGI OKNUM KONSULTAN PROYEK IRPOM KEMENTAN DI CILACAP DIDUGA RUGIKAN KELOMPOK TANI

banner 468x60

WH,CILACAP – Proyek Swakelola Irigasi Pompa (Irpom) dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menuai persoalan. Kelompok Tani “Maju Lancar” selaku pelaksana swakelola mengaku merasa dirugikan akibat minimnya pengawasan dan sulitnya berkomunikasi dengan pihak konsultan proyek.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp155.700.000 tersebut sedari awal dinilai sudah cacat dalam proses realisasi belanja material akibat absennya pendampingan teknis.

Ketua Kelompok Tani Maju Lancar, Rismanto, mengungkapkan bahwa kerugian materiil dan teknis sudah terjadi sejak awal pembelanjaan bahan bangunan. Ia mendapati adanya ketidaksesuaian spesifikasi ukuran besi yang dibeli di toko material dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang seharusnya.

“Justru dari awal di situ kesalahannya. Pas saya di toko material untuk membeli besi ukuran 12 mm, besi 10 mm dan 8 mm, besi yang datang sesuai pesanan, kenyataanya ada kekurangan, kami petani awam konstruksi, akibat sulitnya konsultan dihubungi akhirnya terjadi kekeliruan seperti ini, ucap Rismanto dengan nada kecewa

Mengetahui adanya ketidaksesuaian spesifikasi tersebut, pihak kelompok tani langsung berusaha menghubungi konsultan proyek untuk berkonsultasi dan mencari solusi. Namun, upaya tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil.

“Konsultan dihubungi lewat apa pun tidak ada respons, tidak menyahut. Saya jelas merasa dirugikan,” karena harus belanja besi lagi. untuk menutupi kekeliruan, tegasnya

Kesulitan komunikasi ini disinyalir terjadi karena nomor kontak konsultan yang tertera di dalam grup koordinasi resmi proyek dalam kondisi tidak aktif.
Akibat putusnya komunikasi tersebut, kelompok tani terpaksa melanjutkan tahapan proyek dengan merangkai besi yang ada agar target waktu pembangunan tidak terbengkalai.

Pihak konsultan baru menampakkan diri ke lokasi proyek setelah proses pembelian dan perangkaian besi berjalan selama lima hari. Meski besi-besi dengan spesifikasi yang tidak sesuai tersebut sudah terlanjur dirangkai, beruntung material itu belum sempat dipasang atau dicor ke dalam struktur bangunan fisik irpom

Kedepan kami berharap konsultan lebih sering datang ke lokasi pekerjaan walau tidak tiap hari guna menghindari kesalahan serupa ( A, Supendi/ Naistiani )

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *