WH.NAMLEA, MALUKU – Sabtu, 25 Juli 2026. Di tengah gencarnya pembangunan pasar modern, masyarakat di pesisir Kabupaten Buru justru masih setia dengan tradisi lama. Namanya Pasar Kaget” — pasar spontan keliling yang sudah hidup hampir 20 tahun di 3 kecamatan.

Pasar ini mangkal di Kecamatan Waplau, Kecamatan Wamlana, dan Kecamatan Air Buaya. Jadwalnya bergilir tiap hari. Hari ini di Desa Wamlana, besok pindah ke Waemangit, lalu ke Waspait, Waepoti, Airbuaya, sampai Bara.
“Jadi pasar tidak permanen. Nanti sewaktu-waktu kalau dibutuhkan tempat baru dipakai pasar permanen yang di Lao di Dante, yang sudah disiapkan pemerintah” ujar warga Wamlana, Bapak Onyong.
Ada Tempat Tidur, Makanya Dipilih
Keunggulan pasar kaget bukan cuma soal lokasi. Para pedagang yang datang dari jauh difasilitasi tempat tidur. Mereka bisa bermalam untuk persiapan jualan keesokan harinya di desa tetangga.
Ini yang tidak ada di pasar permanen milik Pemda.
Hanya pedagang pasar ini mereka mau tidur dan kalau untuk pasar spontan ini ada ruangan tidur. Sedangkan pasar permanen yang disiapkan pemerintah hanya los begitu, tidak punya ruangan tidur. Maka masyarakat pedagang yang jauh-jauh mereka tak mau pakai pasar Pemda. Masyarakat ini lebih cenderung senang ke pasar spontan,” jelas Onyong.
Tanpa Pajak, Cuma Bayar Kebersihan & Lampu
Selama 20 tahun berjalan, pasar kaget ini tidak pernah dipungut pajak harian, mingguan, maupun bulanan.
Pedagang hanya bayar kebersihan seikhlasnya ke petugas, dan bayar lampu ke orang yang menyediakan aliran listrik.
Padahal Pemerintah Daerah sudah membangun pasar permanen dengan anggaran sekitar Rp 800.000.000. Bangunannya ada, tapi terbengkalai.
Pasar itu diresmikan sejak era Bupati Ramli Umasugi, namun sampai sekarang sepi.
“Padahal pasar di Kecamatan Waplau, Kecamatan Wamlana, Kecamatan Air Buaya ini membuat pasar spontan sudah hampir 20 tahun berjalan. Bagaimana penataan dari Pemda sampai saat ini masyarakat tidak menggunakan padahal pasar permanen itu sudah diresmikan” tutup Onyong.
Warga berharap Pemda Kabupaten Buru mengevaluasi. Bukan membangun baru, tapi membenahi fasilitas pasar permanen agar sesuai kebutuhan pedagang: dekat, ada tempat istirahat, dan tidak memberatkan.
Fakta Singkat “Pasar Kaget Wamlana:
– Lokasi: Keliling 3 Kecamatan – Waplau, Wamlana, Air Buaya
– Sistem: Bergilir per desa, 1 hari 1 desa
– Usia: ± 20 Tahun
– Retribusi: Tidak ada. Hanya iuran kebersihan & listrik
– Fasilitas Unggulan: Ada ruang tidur untuk pedagang perantau
– Pasar Permanen Pemda: Anggaran Rp800 juta, kondisi mangkrak
– demikian ucap onyong.
–
– reporter pija.
editor : Ida











