WH.Cilacap – Pekerjaan Optimasi Lahan Non Rawa dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Lahan Dan Irigasi Pertanian yang dilaksanakan Kelompok Tani Sido Makmur di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap

Berdasarkan hasil peninjauan , seharusnya pasangan batu memiliki lebar 30 cm dengan galian lurus ke bawah sesuai gambar teknis. Namun di lapangan ditemukan pasangan bagian bawah kecil dan bagian atas lebar 30 cm yang “numpang” pada tanah tanpa dilakukan galian.
Ketua Kelompok Tani Sido Mulyo, Hendar, mengakui adanya kondisi tersebut. “Memang benar adanya, tapi tidak semua. Kenapa bisa seperti itu karena berat di ongkos langsir material. Panjang saluran sesuai gambar 338 m, kenyataan di lapangan kami tambah menjadi 340 m untuk menutup kekurangan panjang. Saya tidak memungkiri terjadi pengurangan volume, karena di lapangan banyak pengeluaran untuk langsir material, termasuk sewa alat. Kalau tidak pintar-pintar main, untuk nutup kebutuhan dari mana anggarannya,” jelas Hendar.
Ia juga memastikan untuk komposisi campuran semen tetap bagus, dengan ketentuan 1 sak semen untuk 1 molen adukan.
Terkait peran konsultan, disampaikan ketua kelompok bahwa konsultan datang ke lokasi pekerjaan hanya satu kali untuk memberikan instruksi dan arahan. “Arahan dari konsultan agar pelaksanaan mengikuti bangunan saluran yang ada. Terkait adanya pengurangan volume pasangan tipis di bawah, konsultan tidak mengetahui karena yang terlihat di atas lebarnya 30 cm,” ucap Hendar.
Upanya kelompok tani menambah panjang saluran menjadi 340m dari 338 dalam gambar teknis ada penambahan panjang 2m tidak dapat menutupi kekurangan volume / mutu pada bagian lain, keadaan ini diduga kuat akibat lemahnya pengawasan ( Asep Supendi / Naistiani )
editor : Ida











