WH.BOGOR – (19/08/2026). Semangat membangun generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki kemandirian dan daya saing ekonomi menjadi fokus utama dalam Seminar Ekonomi Hijau dengan tema “Green Ekonomi: Membangun Generasi Muda Peduli Lingkungan & Berdaya Secara Ekonomi” yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Seminar ini diikuti oleh para peserta yang didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk memahami bahwa persoalan lingkungan tidak semata-mata merupakan ancaman, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi, kreativitas, kewirausahaan, dan peluang ekonomi baru.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Dr. Ujang Buchori Muslim, S.Ag., ME.Sy., yang juga selaku Koordinator Wilayah KKM 2026 Universitas Islam Bogor (UIB), mengajak generasi muda untuk tidak bersikap pasif dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Di hadapan para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan generasi Z dan milenial, Dr. Ujang Buchori Muslim menegaskan:
«“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton perubahan iklim. Jadilah pelaku perubahan. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Jangan hanya melihat sampah sebagai masalah, tetapi lihat peluang di baliknya. Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi bangun keuntungan yang memberi manfaat bagi manusia dan menjaga bumi.”»
Menurutnya, konsep green economy atau ekonomi hijau harus dipahami sebagai paradigma pembangunan yang mampu mempertemukan tiga kepentingan sekaligus, yaitu pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Generasi muda, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan tersebut. Dengan penguasaan teknologi, kreativitas, kemampuan berinovasi, serta keberanian membangun usaha, generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah masyarakat.
Ekonomi Hijau Membuka Peluang Ekonomi Baru
Seminar tersebut juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus diposisikan berlawanan dengan kepentingan ekonomi. Sebaliknya, persoalan lingkungan dapat menjadi ruang lahirnya berbagai peluang ekonomi baru.
Pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, pertanian ramah lingkungan, energi terbarukan, produk UMKM berbasis bahan ramah lingkungan, ekowisata, pengolahan limbah, hingga berbagai inovasi digital yang mendukung keberlanjutan merupakan contoh sektor yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.
Karena itu, generasi muda didorong untuk memiliki pola pikir “green entrepreneur”, yaitu membangun kegiatan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
KKM 2026 UIB Didorong Menjadi Gerakan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam konteks Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2026 Universitas Islam Bogor, kegiatan seminar ini juga memiliki relevansi penting dengan upaya menjadikan mahasiswa sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan program formal, tetapi diharapkan mampu melakukan edukasi, pendampingan, pemberdayaan, inovasi, dan menciptakan model ekonomi yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKM berakhir.
Desa Cibunian dan wilayah Kecamatan Pamijahan memiliki potensi sumber daya alam, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, serta potensi wisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan pendampingan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dr. Ujang Buchori Muslim menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir bukan sekadar membawa program, tetapi membawa gagas
editor : Ida











