WH.NGANJUK –Sekat-sekat formalitas meluruh di Mako Kodim 0810/Nganjuk pada Kamis (20/8/2026) malam. Seragam loreng khas tentara, jajaran kamera wartawan, hingga kemeja para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melebur dalam satu cangkir kehangatan lewat agenda “Ngopi Bareng”.
Tak ada panggung kaku atau protokoler berjarak; yang mengemuka hanyalah aroma kopi dan diskusi berbobot demi masa depan Kabupaten Nganjuk.
Sekitar 100 undangan yang terdiri dari jajaran Danramil, insan pers, serta penggiat LSM telah memadati lokasi sejak sore hari.
Acara ini sengaja digagas sebagai ruang interaksi informal untuk mempererat sinergi antarelemen strategis daerah.
Dandim 0810/Nganjuk mengungkapkan bahwa frasa “Ngopi” yang diusung bukan sekadar rutinitas santai, melainkan akronim dari Ngobrol Pinter.
Melalui konsep ini, ruang dialog berlangsung cair namun tetap fokus membicarakan poin-poin krusial terkait pengawasan publik dan percepatan pembangunan daerah.
”Malam ini kita ngopi, intinya mempererat tali silaturahmi.
Kita sadar betul di zaman sekarang peran media sangat vital dalam mendampingi dan mengawal setiap dinamika di masyarakat,” tegas Dandim dalam sambutannya.
Tak hanya menyoroti besarnya pengaruh media massa di era modern, Dandim juga menyampaikan refleksi mendalam mengenai filosofi hubungan antar lembaga.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara relasi kerja profesional dan ikatan emosional yang tulus.
”Mitra itu belum tentu sahabat, tapi kalau sahabat sudah pasti mitra. Sahabat itu berteman selamanya. Karena itu, yang kita bangun di sini bukan cuma hubungan kemitraan formal, melainkan persahabatan.
Kuncinya ada pada komunikasi yang lancar dan semangat guyub rukun,” tambahnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat hingga larut malam tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kondusivitas wilayah, mendorong keterbukaan informasi, serta mewujudkan pengawasan publik yang sehat dan konstruktif di Kabupaten Nganjuk.
editor : Ida











