WH.Morowali -Harmonisasi adalah kunci utama agar keberagaman di perusahaan tidak menjadi sumber konflik. Bingkai keberagaman di Perusahaan adalah kebijakan dan budaya kerja yang merangkul perbedaan latar belakang, suku, usia, gender, dan pengalaman karyawan, hingga keyakinan beragama.

Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), adalah pusat kawasan industri pengolahan nikel terpadu yang terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terdapat Keberagaman dimana bertemunya ribuan pekerja dari berbagai suku, daerah dan warga negara asing yang berinteraksi, menyatukan ragam bahasa, budaya, serta latar belakang sosial dalam beraktivitas kerja.
PT IMIP mempekerjakan tenaga kerja lokal Indonesia dan Tenaga Kerja Asing (TKA). Karyawan dengan latar belakang yang berbeda berkumpul dalam satu lingkungan kerja. Di perusahaan ini mempertemukan pekerja lokal dan Tenaga Kerja Asing (TKA). Rasa saling menghargai dan semangat saling membantu demi kelancaran operasional perusahaan dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Perbedaan bahasa antara Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di lingkungan kerja, bukan halangan untuk saling membantu,” kata Rahman, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, hubungan yang baik dengan rekan kerja akan memberikan dampak yang positif, baik bagi diri sendiri maupun perusahaan dimana kita bekerja.
Ia mengatakan, berbaur dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) di tempat kerja memberikan pengalaman tersendiri bagi kami karyawan lokal.Komunikasi dan penyesuaian budaya sehari – hari memberikan warna tersendiri. Perbedaan bahasa dan kebiasaan kerja Awalnya menjadi tantangan akhirnya terbiasa.
Hadirnya kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut mendorong pertumbuhan usaha, mikro, kecil, menengah (UMKM) khususnya di wilayah Kecamatan Bahodopi, menunjukan peningkatan signifikan.
Pelaku Aktivitas UMKM di Kecamatan Bahodopi mulai dari warung makan, kios sembako, bengkel dan konter ponsel, sebagian mereka merupakan warga pendatang dari luar Sulteng yang beradu nasib di kawasan industri.
Disisi lain, kisah di balik istri yang membangun usaha warung makan sementara suami bekerja di kawasan IMIP.
Mariana biasa dipanggil Mba Ana, alasan memulai usaha makanan rumahan dan kue untuk tambahan pendapatan.
“Gaji suami dari perusahaan terkadang pas – Pasan untuk memenuhi biaya hidup. Belum lagi harus mengirim uang ke anak dan keluarga yang berada di Jawa,” ujarnya.
Menurutnya, gaji yang didapat suami dari perusahaan. Ia syukuri karena jauh – jauh merantau di Sulawesi akhirnya suami punya pekerjaan tetap di kawasan IMIP.
Sementara itu, Harmoni Berkelanjutan di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) berfokus pada penerapan kerangka kerja ESG ( Environmental, Social, and Governance).PT IMIP sejak 2024 kemarin, telah menjalin kerja sama dengan lembaga konsultan guna membangun sistem terkait isu – isu ESG seperti kesehatan dan keselamatan kerja, perlindungan hak asasi manusia, manajemen uji tuntas rantai pasokan , serta pengembangan komunitas, dengan mengacu pada standar internasional
Tak hanya itu, pengakuan atas kinerja, kontribusi, dan komitmen PT IMIP dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan ESG secara berkelanjutan meraih empat penghargaan CSR dan ESG Summit Award 2026 di Bangkok, Thailand.
” Pencapaian ini menjadi bukti komitmen PT IMIP dalam menjalankan program CSR dan ESG yang berkelanjutan, memberikan dampak sosial yang nyata, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional, khususnya di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, ” jelas Head of CSR Department PT IMIP Tommy Adi Prayogo, Selasa (28/04/2026)./kutip wartahukum.net
Keempat penghargaan ini dianugerahkan atas program unggulan yang diusung melalui kegiatan CSR Healthy Community Initiative: Advancing Inclusive Heathcare and Preventive Awareness in Bahodopi (Gold), Best Country Excellence Rumah Literasi IMIP: Empowering Children Through Literacy and Life Skills (Bronze – Excellence in Provision of Literacy & Education Award). Pada kategori Coastal Energy: Mangroves and Coral Reefs for Life (Bronze – Best Environmental Excellence Award) dan Cultivating Self- Reliance: Community- Based Horticulture in Le-Le Village ( Bronze – Best Community Programmer Award).
Komitmen jangka panjang PT IMIP dalam menerapkan ESG sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional. IMIP konsisten menjalankan program rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah pesisir. Salah satunya melalui partisipasi penanaman 1 Juta Magrove pada peringatan Hari Magrove Sedunia 2026, Minggu (26/07/2026), di Kawasan Ekowisata Magrove Batu Lumbang dan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali.(Dian)
editor : Ida











