WH.Sukabumi – Memasuki hari keenam pasca-Lebaran, arus wisatawan menuju kawasan Geyser Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, masih terpantau cukup padat. Para pengunjung yang hendak melintasi jembatan gantung menuju lokasi wisata diimbau untuk menyeberang secara bergiliran.
“Kondisi di lapangan menunjukkan petugas wisata berjaga di beberapa titik untuk membantu pengaturan pengunjung yang hendak menyeberang. Di pintu masuk jembatan, satu orang petugas tampak mengarahkan wisatawan agar tidak terjadi penumpukan.
“Kami sudah menyiapkan skema pengaturan sejak jauh-jauh hari. Khusus di jembatan menuju Geyser, pengunjung hanya diperbolehkan lewat maksimal sepuluh orang setiap giliran,” kata Feby Marwan, Koordinator Geyser Cisolok dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, saat ditemui Minggu (6/4/2025).
Feby menjelaskan, keberadaan petugas sangat dibutuhkan karena banyak pengunjung merasa khawatir saat melintasi jembatan tersebut. Selain menjaga kenyamanan, pengaturan itu juga bertujuan untuk mencegah risiko jika jumlah orang yang melintasi jembatan terlalu banyak dalam satu waktu.
“Tak sedikit yang merasa takut, jadi kami tempatkan petugas di setiap sisi jembatan. Kami juga dibantu Forkopimcam, pemerintah desa, dan Pokdarwis dalam menjaga kelancaran arus pengunjung. Untuk jalur keluar, kami arahkan ke jembatan alternatif di sebelahnya,” ungkap Feby.
Meski kepadatan tidak setinggi hari-hari sebelumnya, aktivitas wisata di lokasi masih cukup ramai pada hari Minggu ini. Pengunjung datang secara bergelombang, meskipun tidak sebanyak puncak kunjungan di hari Rabu lalu.
“Kalau dibandingkan dengan beberapa hari lalu, hari ini lebih landai, tapi wisatawan tetap berdatangan,” ujarnya.
Feby juga mengingatkan pengunjung agar tetap waspada, terutama saat berada di sekitar sumber air panas.

“Kami tak henti mengingatkan agar pengunjung menjaga keselamatan, khususnya saat berada di dekat semburan air. Mohon patuhi arahan petugas agar semuanya tetap aman,” tutupnya. (Nanan apon)
editor : Ida











