Viral Video Pekerja PU Joget di Jembatan Darurat, DPRD Sukabumi: Ini Menyakiti Rakyat!

banner 468x60

WH.Sukabumi – Video viral memperlihatkan sejumlah pekerja berseragam khas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berjoget di atas jembatan darurat Bojongkopo, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Aksi mereka menuai kritik tajam, terutama dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita.

Dalam video berdurasi 34 detik yang diunggah akun Dodi Mubarok, terlihat para pekerja berjoget dengan iringan lagu “Jaran Goyang” di atas jembatan alternatif yang dibangun usai ambruknya Jembatan Cidadap karena diterjang banjir besar pada Kamis (6/3/2025).

Video itu diberi caption “VIRAL!! PARA PEKERJA JOGED JARAN GOYANG DI JEMBATAN ALTERNATIF BOJONGKOPO, SEMOGA INI MENJADI RITUAL SUPAYA TIDAK TERBAWA ARUS LAGI… SEMANGAT,” disertai tulisan dalam video, “Mudah-mudahan we teu kabawa deui arus tos digoyang semar mesem mah,” lengkap dengan emoji tertawa.

Aksi joget itu menuai reaksi keras setelah diketahui bahwa jembatan darurat sempat rusak kembali diterjang banjir pada Minggu (13/4/2025), sebelum akhirnya diperbaiki dan kini bisa kembali dilalui kendaraan roda empat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, mempertanyakan motif di balik video tersebut.
“Pertanyaan saya, video itu dibuatnya kapan? Kalau sebelum jembatan ancur, berarti jelas pembangunan jembatan sementara itu asal-asalan. Mereka lebih mementingkan bergaya-gaya di atas penderitaan rakyat,” tegas Hamzah dalam pernyataan resminya, Jumat (18/4/2025).

Ia juga menyesalkan apabila video tersebut diambil setelah jembatan darurat rusak. “Kalau setelah ancur, saya katakan kurang ajar. Di saat rakyat menjerit dan bingung cari akses jalan, mereka malah berjoget. Itu tidak terpuji dan tidak pantas dicontoh,” kritiknya tajam.

Hamzah juga meminta agar seluruh pihak terkait, terutama pemerintah, melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan dan penanggulangan bencana.

“Saya berharap semua stakeholder dilibatkan. Yang tahu kondisi dan situasi di lapangan itu kami, orang lokal. Mari kita kawal bersama agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Menanggapi kontroversi tersebut, Dedi Mulyadi, petugas lapangan PPK 2.2 Provinsi Jabar dari Kementerian PU, mengklarifikasi bahwa video itu merupakan bagian dari lomba film pendek internal.

“Oh, video itu untuk lomba film pendek atas perintah pimpinan. Temanya ambil video di beberapa lokasi seperti Posko, Jembatan Cidadap, Longsoran Cimapag, dan Jembatan Detour. Tidak ada maksud lain,” jelas Dedi.

“Kami juga mohon maaf jika video itu menyinggung masyarakat. Kami tidak berniat menyakiti siapa pun. Fokus kami tetap memastikan jembatan bisa dilalui kembali oleh kendaraan,” pungkasnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *