Penjaga Warung di Warungkiara Ditodong dan Diperas, Pelaku Ngaku Polisi Bersenjata

banner 468x60

WH.Sukabumi – Malam mencekam dialami seorang penjaga warung di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Pria bernama Teguh menjadi korban dugaan penodongan senjata api dan pemerasan oleh lima orang tak dikenal, Sabtu (19/4/2025) dini hari.

Insiden bermula saat sebuah mobil berwarna kuning berhenti di depan warung tempat Teguh bekerja di Kampung Cigombong, Desa Warungkiara. Sekitar pukul 03.30 WIB, lima orang yang terdiri dari empat pria dan satu perempuan turun dari mobil dan memesan makanan seperti sop dan ayam goreng.

“Awalnya mereka makan seperti biasa, tapi kemudian salah satu pria itu bilang makanannya tumpah ke celana, terus langsung marah-marah,” kata Teguh saat ditemui, Minggu (20/4/2025).

Permintaan maaf dan niat baik Teguh untuk bertanggung jawab ternyata tak meluluhkan emosi para pelaku. Situasi cepat berubah menjadi kekerasan.

“Tiba-tiba saya dipukul dan ditampar. Lalu salah satu dari mereka mengeluarkan pistol dan diarahkan ke kepala dan perut saya. Ada yang ngomong, ‘Tembak saja!’,” ungkapnya.

Teguh yang ketakutan hanya bisa diam. Ia tidak berani melawan karena pelaku sempat menunjukkan gantungan mirip tanda pengenal polisi.

“Mereka ngaku polisi, nunjukin gantungan kayak identitas petugas. Saya enggak berani melawan. Teman saya yang kerja bareng juga takut, apalagi ada lima orang lain yang tidur di warung ikut bangun, tapi mereka juga diancam,” ujarnya.

Setelah melakukan kekerasan, pelaku menuntut uang sebesar Rp200 ribu agar permasalahan dianggap selesai. Namun, Teguh tak mampu memenuhi permintaan tersebut karena hanya memiliki Rp50 ribu.

“Saya sudah bilang makanan mereka saya gratiskan, tapi mereka tetap maksa minta uang. Padahal uang itu buat beli popok anak saya,” ucapnya.

Akhirnya, Teguh terpaksa menyerahkan uang tunai Rp50 ribu dan sejumlah uang receh yang ia temukan di laci warung. Ia berharap pelaku segera pergi dan tak berlama-lama di tempat kejadian.

“Saya cuma ingin mereka pergi. Saya kasih uang yang ada, lalu mereka juga foto SIM saya dan minta nomor telepon saya,” tambahnya.

Tak berhenti sampai di situ, keesokan harinya Teguh menerima pesan dari pelaku yang meminta tambahan uang Rp100 ribu melalui aplikasi DANA agar masalah dianggap selesai.

“Dia kirim pesan, katanya kalau saya transfer Rp100 ribu lagi, urusan dianggap kelar,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Teguh memutuskan melapor ke Polres Sukabumi pada Minggu (20/4/2025). Ia berharap kepolisian bisa segera menangkap para pelaku.

“Saya minta pelaku ditangkap karena bikin resah. Jangan sampai kejadian ini menimpa orang lain,” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *