Demul Sidak Tambang “Kalau Bupati Sukabumi Diam Saja!”

banner 468x60

WH.Sukabumi – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias DEMUL kembali mengguncang publik. Senin (4/8/2025), secara mendadak ia menyambangi lokasi tambang tanah di Kampung Batu Asih, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan mengecam keras pembiaran kerusakan lingkungan yang terus terjadi.

Dengan sorotan tajam, DEMUL menyebut aktivitas tambang milik CV DL yang digunakan untuk kebutuhan proyek Tol Bocimi sebagai simbol kehancuran tata ruang di Sukabumi. Ia bahkan menyindir langsung sikap diam Bupati Sukabumi.

“Kalau kepala daerahnya diam, siapa lagi yang jaga alamnya? Sukabumi ini makin rusak, tambang-tambang liar dibiarin jalan, padahal sudah jelas ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Tapi kok masih beroperasi?!” tegas DEMUL.

Diketahui, lokasi tambang tersebut sebelumnya telah disegel oleh KLHK sejak 22 Maret 2025 karena tidak memiliki izin resmi. Namun kini, aktivitas kembali terlihat, lengkap dengan hilir-mudik truk pengangkut tanah.

Dalam sidaknya, DEMUL berbicara langsung kepada sopir truk dan warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Ia meminta keterbukaan penuh atas legalitas lahan dan proyek.

“Kalau ini legal, tulis jelas di plang! Ini untuk proyek Tol Bocimi? Tulis CV-nya, PT-nya, nomor izinnya, nomor perjanjiannya! Jangan sembunyi-sembunyi,” seru DEMUL sambil menunjuk lahan tambang di bawah terik matahari.

Ia juga menyinggung isu para sopir yang enggan memasang bendera merah putih di kendaraan, lalu mengajak mereka untuk jujur dan terbuka. “Merah putih itu simbol negara, masa proyek nasional tapi semangatnya sembunyi?”

“Gubernur jabar juga sempat bertemu Camat Cibadak”

Setelah dari tambang, DEMUL bergerak menuju Kantor Kecamatan Cibadak, tempat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Suasana menjadi tegang ketika ia mempertanyakan keberadaan pejabat seperti Kasi Trantib dan Sekcam, yang ternyata tidak berada di tempat saat jam kerja.

“Kecamatan ini kantor pelayanan. Masa pejabatnya kosong? Saya lihat hanya ada Kasi Trantib dari kelurahan. Ini pelayanan atau kosong-kosongan?” sindir DEMUL saat sidak.

Kritik keras ini bukan yang pertama kali dilontarkan DEMUL terhadap kebijakan pemerintah di Sukabumi. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *