WH.Nganjuk –Salah satu pembangunan Gedung Di Kelurahan Kartoharjo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk mendadak menjadi problematik dikalangan petani/warga. Pasalnya pondasi bangunan yang dikira nanti bakal di gunakan untuk lapangan olahraga Padel,makan saluran irigasi tersier pertanian.

Kejadian ini juga mendapat sorotan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK) ,yang menyayangkan kejadian dugaan aksi serobot saluran irigasi petani. Dimana saluran dengan lebar kurang lebih satu setengah meter tersebut merupakan akses penting bagi pengairan sawah di musim hujan,baik untuk pengairan lahan,atau saluran tampungan hujan menuju saluran utama.
“Hal ini harus mendapat respon,cepat dari pihak aparatur kelurahan setempat. Dimana dari informasi yang saya dapat telah ada mediasi antara kedua belah pihak yakni petani/warga dan pembangun walaupun nampaknya masih belum menemui titik terang,Saya juga telah datang ke lokasi untuk melihat langsung guna memastikan kebenaran akan polemik tersebut”Katanya melalui pesan Aplikasi Whats App pada selasa 9 juni 2026.
Sementara itu Kusnun Kepala Kelurahan Kartoharjo Kabupaten Nganjuk dikonfirmasi di hari yang sama “Menerangkan”Bahwa akan memanggil para pihak yang bersangkutan Besok Kamis ke kelurahan,prihal ini. Sebab saluran tersebut cukup vital sebagai saluran apabila terdapat kelebihan air ,tiga Minggu lalu warga juga telah meminta petugas BPN atas dasar SHM selatan bangunan yang membenarkan bahwa itu memang saluran.
Dari informasi yang ada pihaknya juga menuliskan bahwa bangunan tersebut nanti kalau tidak salah akan di gunakan sebagai lapangan olahraga padel,milik seseorang (M)inisial.
Terpisah (M)inisial yang juga berhasil dihubungi melalui aplikasi Whats App “menjelaskan”bahwa bangunan yang terkena komplain di kelurahan kartoharjo oleh petani itu miliknya,namun pihaknya juga mempertanyakan luasan saluran tersebut apakah benar memang lebarnya hingga 1,5 meter. Sebab saluran utama saja hanya satu meter,kalau disampingnya itu adalah saluran bantuan dengan mengirimkan gambar denah bahwa hanya terdapat garis double saja tanpa ada tertulis saluran. Pihaknya juga memberikan tanggapan terkait panggilan besok kamis mendatang ke kelurahan bahwa akan menyelesaikan dengan baik.
“Di selesaikan dengan baik pak,mboten nopo nopo (tidak apa-apak) Nami nipun (Namanya juga ) manusia ya kadang benar kadang juga ada salahnya yang penting kalau salah ya di betulkan”Imbuhnya.
editor : Ida











