WH.TUBAN – Proyek pembangunan jalan Tol Demak – Tuban sepanjang 180,58 km diperkirakan menelan dana sebesar Rp 45,71 triliun melintasi desa Prunggahan kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.Sebanyak Rp 2,68 triliun akan digunakan sebagai biaya pembebasan lahan ( porsi pemerintah )
Sedangkan sebesar Rp 32,46 triliun akan digunakan untuk membiayai proses konstruksi secara bertahap. Desa yang ada di kecamatan semanding diantaranya
Desa Bektiharjo, Desa Genaharjo, Desa Penambangan, Sam bongrejo dan Desa Prunggahan Kulon.
Jalan Tol Demak – Tuban bagian jalan Tol Lintas Pantai Utara yang nantinya akan menghubungkan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.Sedangkan nantinya titik awal akan terhubung dengan jalan Tol Semarang – Demak dan titik akhir proyek akan terhubung dengan rencana jalan Tol Tuban-Lamongan – Gresik.
Untuk Tol Demak – Tuban memiliki 2×2
lajur dalam 1 lane, dengan lebar jalur seluas 2,6 meter. Sedangkan lebar bahu dalam dan luar jalan masing-masing seluas 1 ,5 meter dan 3 meter.
Untuk proses konstruksi jalan Tol ini akan dibagi menjadi 2 tahap.Dimana tahap pertama akan dimulai pada Quwartal tiga( Q3 ) tahun 2024 dan selesai pada Quwartal dua ( Q2 ) 2026. Sedangkan proses kontruksi tahap kedua akan dimulai Quwartal satu ( Q1 ) 2027 dan ditarget selesai pada Quwartal 4 ( Q4 )2028.
Untuk lebar median dan bahu dalam seluas 5,5 meter.Lebar rumija seluas 80 meter minimum dan lebar zona bebas di jalan utama seluas 9 meter. Jika tahun 2026 dipekirakan sudah beroperasi maka volume lalu lintas di jalan Tol Demak – Tuban sebanyak 12.300 kendaraan / hari.( G.Ashuri )
editor : Ida











