WH.Sukabumi – Suasana memanas sempat mewarnai gelar aksi damai guru honorer di gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, pasalnya ada salah seorang oknum anggota dewan yang menunjuk-nunjuk para guru honorer saat acara berlangsung, Kamis (30/01/2025).
Koordinator Lapangan Aksi Damai, Deril Sukma mengatakan, ia melihat ada salah satu oknum anggota DPRD kabupaten sukabumi ada yang menunjuk-nunjuk kepada dirinya saat aksi berlangsung.

“Dia sambil mengatakan hati-hati dengan ucapannya, hati-hati dengan ucapannya” ujarnya saat ditemui awak media.
Menurut Deril, sebagai warga masyarakat dirinya berhak menyampaikan pendapat di muka umum, dan setiap warga negara punya hak dalam menyampaikan pendapat.
“Tetapi pada kenyataanya tadi saya dijegal oleh salah satu oknum anggota DPRD kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Deril menyampaikan, oknum anggota DPRD yang bersangkutan memang telah meminta maaf, namun apabila terjadi hal yang tidak baik lagi, maka pihaknya akan melapor.
“Mungkin itu kesalahan dia berargumen seperti itu, tapi ketika ada hal yang kita terima tidak baik lagi, nanti akan kita laporkan bersama dengan guru honorer kabupaten Sukabumi, tadi dia pakai biru dongker, kenal saya namanya kang Faisal,” jelasnya.
Di konfirmasi di tempat berbeda, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Faisal Akbar Awaludin mengungkapkan dirinya merasa tergugah ketika mendengar DPRD dikatakan Dewan Penghianat Rakyat.
“Insiden tadi saya merasa tergugah, dalam hati saya sebagai keluarga besar DPR Kabupaten Sukabumi dikatakan DPR Dewan Penghianat Rakyat, saya tidak enak karena saya sebagai anggota DPRD maka saya pun merasa lembaga kami di hina, secara sepintas mungkin saya baru di DPRD, walaupun begitu DPRD ini harus di jaga bersama-sama,” terangnya kepada awak media.
Faisal menyampaikan, ia pun sudah meminta maaf kepada para guru honor yang menggelar aksi tersebut.
“Apalagi saya notabenenya dulu adalah sama-sama guru honorer pada tahun 2010-2013 saya pernah merasakan bagaimana jadi guru honorer itu seperti apa sih susahnya,” terangnya.
Terkait dengan tuntutan yang disampaikan, Faisal menegaskan, ia sangat mendukung penuh aspirasi tersebut, ia pun berharap agar aspirasi tersebut segera dikabulkan oleh Pemerintah Daerah.
“Saya sangat mendukung sekali, karena keluarga saya pun termasuk adik-adik saya yang ke satu ke dua termasuk bibi saya yang sudah 46 tahun belum jadi PPPK juga. Adik saya sudah jadi honorer 4 tahun kemarin di test nilainya bagus tapi waiting list katanya menunggu dulu yang sudah lama menghonor daripada adik saya,” bebernya.
“Kalau misal disini bisa di akomodir yang 2500 nya saya alhamdulillah sekali keluarga saya pun adik adik saya ikut keangkat dong semuanya begitu,” pungkasnya. (Nanan apon)
editor : Ida











