WH.Lebak Banten – Seorang pria bernama Uci (50), warga Kampung Cidahu, Desa Panjaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, ditemukan meninggal dunia saat tengah bekerja di lokasi tambang batu bara ilegal, Kamis (31/7/2025). Insiden tragis ini terjadi di kawasan hutan Perhutani, tepatnya di blok Ci Oray, Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara.
Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa Uci meninggal akibat tersengat aliran listrik. Namun, ada pula keterangan lain dari warga yang menduga korban mengalami serangan jantung.
Meski demikian, perbedaan penyebab kematian ini tidak mengaburkan fakta bahwa korban tewas di lokasi penambangan batu bara yang diduga tidak memiliki izin resmi.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam terbaru dari serangkaian kasus kecelakaan maut di tambang ilegal di wilayah Lebak. Sebelumnya, seorang penambang berinisial H alias S juga meregang nyawa dalam kondisi serupa.
Kematian demi kematian ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang liar, terutama di kawasan hutan negara yang seharusnya terlindungi.
Kejadian yang berulang ini menimbulkan pertanyaan tajam dari berbagai pihak mengenai kinerja pengelola kawasan hutan dan aparat penegak hukum.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana upaya yang dilakukan oleh pihak Perum Perhutani dan aparat kepolisian dalam menindak tegas tambang ilegal yang merusak lingkungan dan menelan korban jiwa.
Untuk memastikan kebenaran informasi, redaksi mencoba mengonfirmasi kepada aparat kepolisian setempat. Kanit Reskrim Polsek Panggarangan, Ipda Dimas, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut.
“Memang benar ada laporan seorang pria meninggal dunia di lokasi penambangan batu bara ilegal. Kami sudah lakukan penanganan awal sesuai prosedur, seperti olah TKP, meminta keterangan saksi, dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Untuk proses lebih lanjut, hal ini menjadi kewenangan Unit tipiter Polres Lebak,” ungkap Dimas saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Asper Perhutani Bayah yang bertanggung jawab atas kawasan hutan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, warga setempat berharap aparat segera menutup aktivitas penambangan ilegal dan menindak tegas para pelaku serta pemodal di balik tambang liar yang telah menelan korban jiwa tersebut. (Red)
editor : Ida











