Penglihatan Remaja Korban Persekusi Memburuk, Ayah Minta Keadilan dan Perawatan

banner 468x60

WH.SUKABUMI — Seorang pelajar kelas 2 SMA di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban salah sasaran brutal. GS (16) dituduh mencuri sepeda motor, lalu dikepung dan dianiaya sekelompok warga hingga babak belur. Video persekusi itu viral di media sosial, memicu kecaman publik.

Kejadian bermula pada Jumat (8/8/2025) dini hari, saat GS baru saja mengantarkan ayahnya bekerja dan hendak pulang mengambil dompet yang tertinggal. Dalam perjalanan, ia dihadang beberapa orang yang menuduhnya sebagai komplotan pencuri. Tangan GS diikat ke belakang, jaket dililitkan ke lehernya, dan tubuhnya dihantam pukulan berkali-kali. Bahkan, air got disiramkan ke luka-lukanya. Penganiayaan baru berhenti setelah keluarga korban datang dan mengenalinya.

“Nandin Shalahudin, ayah korban, mengungkap kondisi anaknya pasca-kejadian. “Kondisi saat ini, pandangan matanya kabur. Kepalanya masih pusing, bengkak masih ada. Kalau melihat kondisi anak seperti ini, saya waswas sekali,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Meski BPJS aktif, Nandin berharap penanganan medis terbaik. “Saya pengen yang terbaik buat pengobatannya, walaupun BPJS ada. Saya minta pengobatan maksimal,” tegasnya.

Sekolah Terganggu, Guru Datang Memberi Dukungan

Akibat luka yang diderita, GS terpaksa absen sekolah beberapa hari. Nandin bersyukur pihak sekolah memberi perhatian penuh. “Dari guru-guru semuanya alhamdulillah, dari awal sekolah sampai sekarang SMA kelas 2 ini, semuanya datang memberi dukungan,” katanya.

Minta Keadilan, Tak Terima Restorative Justice

Soal proses hukum, Nandin menegaskan akan terus melanjutkan kasus ini. “Saya sebagai warga negara merasa sudah berjuang untuk anak. Sekarang anak saya seperti ini, pokoknya saya minta keadilan seadil-adilnya. Sampai manapun akan saya tempuh,” ucapnya.

Kondisi Ekonomi Berat
Nandin juga mengaku hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan. “Kalau dilihat rumah ini bukan rumah saya, ini rumah orang tua. Saya kerja serabutan, kalau ada pekerjaan ya kerja, kalau tidak ya bisa tiga bulan menganggur. Biasanya di dunia wisata kalau ada yang mempekerjakan,” tuturnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *