WH.NGANJUK –Upaya menelusuri dugaan melambungnya harga seragam dan Buku Kerja Siswa (BKS) di SMAN 1 Loceret, Kabupaten Nganjuk, kini menemui jalan buntu.
Langkah jurnalis untuk meminta klarifikasi langsung dari pihak sekolah terhalang oleh sistem birokrasi dan ketatnya penjagaan di pintu masuk.
Saat berupaya melakukan konfirmasi lanjutan, akses media tertahan di pos keamanan sekolah.
Petugas keamanan menegaskan bahwa setiap tamu, termasuk jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi berita, diwajibkan membuat janji terlebih dahulu dengan pimpinan sekolah maupun bagian kehumasan.
Namun, mekanisme pembuatan janji tersebut terkesan tertutup. Petugas keamanan enggan memberikan nomor kontak resmi, media komunikasi, maupun akses apa pun yang dapat dihubungi untuk menyusun jadwal pertemuan dengan jajaran kehumasan atau Kepala Sekolah secara langsung.
”Harus membuat janji dahulu dengan pihak sekolah, baik Humas atau Kepala Sekolah. Hari ini kemungkinan beliau tidak berada di tempat karena KBM aktif belum berjalan dan masih banyak agenda kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di sekolah,” ujar salah satu petugas keamanan pada Rabu (26/8/2026).
Sikap tertutup ini menghambat proses transparansi publik, mengingat persoalan harga seragam dan BKS koperasi sekolah menyangkut beban finansial orang tua siswa. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SMAN 1 Loceret belum memberikan tanggapan atau ruang klarifikasi resmi terkait isu tersebut. (Bersambung)
editor : Ida











