WH.Wonosobo – Wajah bahagia, bersahaja, dan bersyukur tercermin pada bapak – bapak dan ibu – ibu yang berumur 60 an keatas, tampak memasuki gerbang Resto Garden. Pertemuan 3 bulanan yang bertepatan dengan Idul Fitri 1446 dijadikan ajang untuk Juang Kencana Wonosobo adakan halal bihalal, dimana kegiatan itu dihadiri sekitar 85 orang, dengan mengambil tema “Dengan Silaturahmi, Kita Pererat Tali Persaudaraan”. Minggu, (15/04/2025).
Silaturahmi membuka rejeki dan juga bisa memanjangkan usia. Ketika bersilaturahmi dan kita merasa bahagia serta senang, kita akan dipanjangkan umurnya. Ibarat magnet, silaturahmi mempunyai kekuatan yang dapat menarik untuk mendekatkan dan merekatkan jalinan persaudaraan antar anggota Juang kencana.
Diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al quran, dilanjut dengan sambutan – sambutan serta tausiyah.

Sebagai perwakilan penyelenggara, Turut Masdar mengucapkan terimakasih kepada semua anggota Juang Kencana karena telah menyempatkan hadir dalam keadaan sehat wal afiat, dan meminta maaf apabila dalam penyelenggaraan acara kurang berkenan dan tidak sesuai harapan.

Pada kesempatan itu, ketua Juang Kencana Wonosobo Drs. Supardi memberikan sambutan. “Alhamdulillah dengan rasa syukur, dalam kesempatan ini banyak yang hadir, semua sehat, dan semoga anggota Juang Kencana yang kondisinya kurang sehat dan berhalangan hadir untuk segera dipulihkan kesehatannya,” tuturnya.
Kemudian beliau juga mengucapkan permohonan maaf mewakili pengurus, apabila selama dalam kepengurusannya banyak salah dan belum bisa memenuhi harapan semua anggotanya.

Sambutan selanjutnya oleh sesepuh dan penasehat Juang Kencana Dra. Suyati Fanani, berharap setelah bulan puasa kemarin, kedepannya kita semua masih tetap bisa melaksanakan ketaatan seperti pada saat bulan puasa.

Indamdin S.Ag pengelola pondok pesantren di Sambek serta pengurus PCNU/ICMI sekaligus PNS di Dinsos dalam tausiyahnya mengatakan, semua manusia pasti mempunyai salah sehingga harus saling maaf memaafkan dan menjadikan hidup ini bermanfaat kepada sesama, banyak sedekah serta jangan banyak marah – marah.
Bahwasanya kita akan semakin tua, maka berubahlah fisik kita, psikologis kita, dan kita akan lebih dekat dengan kematian, maka banyaklah amalan baik.
“Apabila merasa salah kita buru buru meminta maaf, dan memberi maaf kepada orang yang salah kepada kita, agar kita menjadi bagian dari orang orang yang dimuliakan oleh Allah serta termasuk orang yang dijanjikan surga karena memberi maaf,” paparnya.
Lanjutnya, “Banyak sedekah, karena bersedekah bisa menolak bala dan memanjangkan usia, membersihkan hati, menjauhkan dari api neraka, mendapatkan keberkahan, menyuburkan rejeki, melipatgandakan balasan dan membuka pintu surga,” katanya.
Akhir tausiyah, beliau menambahkan “Semakin tua maka kita juga akan lebih sering marah marah karena faktor penurunan kesehatan maupun penurunan kognitif yang membuat mod terganggu. Namun kita bisa mencegahnya dengan diam bermanfaat seperti berdzikir dan membaca ta’awudz (A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim) serta perbanyak senyum yang merupakan bagian daripada ibadah,” tutupnya.

Acara ditutup dengan acara inti, semua anggota Juang Kencana Wonosobo bersalam salaman untuk saling memaafkan, dan menghilangkan dendam dihati, berharap agar dosa dosanya diampunkan sebelum perpisahan.(“etik”)
editor : Ida











