Menanti Kepedulian dalam Kebersamaan demi Pendidikan Islam Generasi Umat Rasulullah Sebagai Bekal Kematian Kita Semua.”

banner 468x60

WH.Sukabumi – Di balik megahnya Yayasan Mahabbaturrosul di Sukabumi yang menaungi pondok pesantren, PAUD, MDTA, hingga majelis taklim, tersimpan kisah haru penuh perjuangan dari sosok Habib M. Fahmi Assegaf. Pria bergelar Habib ini mendirikan dan membiayai seluruh kegiatan yayasan dari hasil usahanya sendiri mengolah limbah kayu.

“Saya kalau untuk kepentingan pribadi, mamah saya bahkan menyuruh saya pulang. Sekarang beliau tinggal di Arab. Tapi saya selalu berpikir, kalau saya pulang, bagaimana nasib mereka—para murid, santri, dan jamaah yang sedang belajar untuk menjadi baik di Mahabbaturrosul?” tutur Habib Fahmi saat ditemui wartawan, Minggu (8/6/2025).

Habib Fahmi mengaku semua biaya operasional, mulai dari makan, listrik, hingga kebutuhan harian lembaga pendidikan dan keagamaan itu, masih berasal dari keringatnya sendiri. Belum ada donatur tetap yang menopang kebutuhan yayasan.

“Saya sering berpikir, bagaimana nanti nasib para santri, jamaah majelis, dan murid-murid kalau saya wafat. Siapa yang akan tanggung jawab untuk listrik, makan, dan kebutuhan lainnya dari PAUD sampai ponpes?” ucapnya lirih.

Rasa khawatir itu tak hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang kesinambungan dakwah dan pendidikan Islam di Mahabbaturrosul.

“Sedih, Kalau hbb wafat, pasti mereka bingung bagaimana memajukan agama di tempat ini. Sebab, semuanya masih saya yang tanggung jawab. Makan, listrik, semuanya dari PAUD, MDTA, majelis, ponpes. Kita belum ada donatur tetap, makanya kita harus punya usaha sendiri,” jelasnya.

Meski berat, ia tetap bertekad agar Mahabbaturrosul tetap hidup dan berkembang demi mencetak generasi Islam yang cinta Rasulullah. Harapannya, ada lebih banyak pihak yang tergerak untuk ikut peduli dan membantu keberlangsungan yayasan tersebut.

“Saya ingin meninggalkan usaha yang bisa menjamin kesejahteraan Mahabbaturrosul agar semua tetap berjalan dengan indah dan penuh berkah,” tambah Habib Fahmi.

Di akhir perbincangan, Habib Fahmi menyampaikan pesan menyentuh:
“Menanti kepedulian dalam kebersamaan untuk pendidikan Islam generasi umat Rasulullah, sebagai bekal kematian kita semua.”

Yayasan Mahabbaturrosul bukan sekadar lembaga, tetapi medan perjuangan untuk umat. Dan kini, perjuangan itu tengah mengetuk pintu-pintu hati agar lebih banyak tangan ikut menopangnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *