Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Lodaya 2025

banner 468x60

WH.Sukabumi – Ratusan pengendara roda dua dan empat terjaring dalam operasi penegakan disiplin lalu lintas yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi. Operasi yang digelar selama tujuh hari sejak 14 hingga 21 Juli 2025 ini menyoroti maraknya pelanggaran kasat mata di jalanan.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Arif Saepul Haris menjelaskan, total 265 pelanggaran berhasil ditindak selama operasi. Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor, terutama karena tidak mengenakan helm saat berkendara.

“Jumlah terbanyak masih didominasi pengendara motor yang abai terhadap keselamatan pribadi. Tidak pakai helm menjadi pelanggaran paling umum dengan jumlah mencapai 186 kasus,” kata AKP Arif, Selasa (22/7/2025).

Selain itu, petugas juga mencatat pelanggaran lainnya seperti penggunaan knalpot tidak standar sebanyak 22 kasus, tidak memasang plat nomor (19), berboncengan lebih dari satu orang (14), dan melawan arus lalu lintas (6).

Para pelanggar berasal dari beragam latar belakang, dengan karyawan swasta menempati posisi teratas sebanyak 166 orang. Diikuti oleh mahasiswa (41), ibu rumah tangga (35), pelajar (18), dan pegawai negeri sipil (5).

Menurut AKP Arif, banyak pelanggar memberikan alasan yang terkesan sepele, seperti mengaku hanya bepergian jarak dekat, lupa membawa helm, atau sekadar hendak ke kebun.

“Alasan klasik semacam ini sering kami dengar. Padahal, kecelakaan bisa menimpa siapa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan jika kita sendiri tidak disiplin,” tegasnya.

Operasi ini merupakan bagian dari agenda nasional dengan tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.” Tujuannya adalah untuk menumbuhkan budaya disiplin di jalan raya, bukan sekadar menindak pelanggar.

AKP Arif menambahkan, operasi Patuh Lodaya 2025 masih akan berlangsung hingga 27 Juli 2025 mendatang. Ia mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat. Harapan kami, kedisiplinan dalam berlalu lintas bisa menjadi bagian dari budaya masyarakat Sukabumi,” Pungkasnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *