Pelayanan PELNI Makin Humanis, Ini Cerita Kapten KM Nggapulu Rute Namlea-Jakarta

banner 468x60

WH.NAMLEA, MALUKU – Perjalanan menggunakan KM Nggapulu dari Namlea menuju Tanjung Priok, Jakarta, pada 6–10 Agustus 2026 memberikan pengalaman berbeda bagi para penumpang. Selain sebagai moda transportasi penghubung antar pulau, kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) ini juga menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan selama pelayaran.

Berdasarkan pengamatan selama perjalanan dan wawancara dengan Kapten KM Nggapulu, Roberto Matualage, pelayanan awak kapal dinilai cukup ramah. Fasilitas yang tersedia pun terbilang memuaskan.

Fasilitas Lengkap Termasuk Tiket
Sejumlah fasilitas dasar sudah termasuk dalam harga tiket. Penumpang mendapatkan tempat tidur sesuai kelas, makan tiga kali sehari, mushola, ruang medis, ruang hiburan, bioskop, AC, serta kamar mandi.

Untuk keselamatan, kapal juga dilengkapi perlengkapan standar seperti jaket pelampung dan sekoci.

Untuk kebutuhan tambahan, penumpang dapat menggunakan kantin atau warung kapal. Layanan internet juga tersedia apabila sinyal memungkinkan. Penumpang diimbau memperhatikan aturan bagasi, terutama bagi yang membawa barang melebihi batas ketentuan.

90 Kru Bertugas Jaga Pelayanan dan Keselamatan
Kapten Roberto menyebut, jumlah kru yang bertugas di KM Nggapulu mencapai sekitar 90 hingga 120 orang. Setiap kru memiliki tugas spesifik untuk memastikan operasional, pelayanan, dan keselamatan pelayaran berjalan baik.

“Menjadi pelaut bukan pekerjaan mudah. Tantangan sudah kami rasakan sejak masa pendidikan dan pelatihan, terutama soal disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi di laut,” ujar Kapten Roberto.

PELNI Terus Berbenah Lewat Digitalisasi
Menurut Kapten Roberto, PELNI terus melakukan pembaruan pelayanan. Beberapa program yang berjalan saat ini antara lain angkutan laut penumpang, Tol Laut, program mudik gratis, hingga digitalisasi tiket melalui aplikasi PELNI Mobile dan layanan e-boarding.

“Digitalisasi membuat perjalanan penumpang jadi lebih praktis. Tiket bisa dipesan daring dan penumpang bisa pakai e-boarding sesuai ketentuan,” jelasnya.

Perawatan kapal juga menjadi perhatian. Kapten Roberto menjelaskan, KM Nggapulu menjalani perawatan dan penghentian operasional secara berkala sesuai jadwal pemeliharaan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan.

“Sekarang PELNI Lebih Memanusiakan Manusia”
Bagi Kapten Roberto, hal paling berkesan selama berlayar adalah kesempatan bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang telah sukses di bidangnya. Pengalaman itu menjadi bagian berharga dalam profesinya sebagai pelaut.

Ia juga melihat ada perubahan signifikan dalam pelayanan PELNI dari waktu ke waktu. Pelayanan saat ini dinilai semakin mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Sekarang PELNI lebih memanusiakan manusia,” tutur Kapten Roberto.

Perjalanan KM Nggapulu dari Namlea menuju Jakarta akhirnya bukan hanya soal tiba di tujuan. Di atas kapal, penumpang mendapatkan fasilitas dasar, pelayanan yang ramah, serta pengalaman menikmati perjalanan laut antar pulau Indonesia.

Dengan pelayanan awak yang sigap dan fasilitas yang cukup lengkap, perjalanan laut yang panjang pun dapat terasa lebih nyaman bagi penumpang.

Rilis: Ratu/Ica

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *