WH.Sukabumi – Kisah unik datang dari Dede Rukandi (36), seorang nelayan asal Kampung Mariuk, RT 03 RW 02, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Meski kesehariannya melaut, Dede ternyata mampu memperbaiki telepon genggam rusak hanya bermodal ketekunan dan belajar dari YouTube.
Dede mengaku sejak lama ingin memiliki ponsel yang layak dipakai. Namun penghasilannya sebagai nelayan kerap tidak menentu.
“Kalau lagi dapat ikan, uangnya saya simpan. Tapi kalau lagi sepi tangkapan, tabungan habis dipakai buat kebutuhan harian, bahkan kadang buat beli rokok,” kata Dede saat ditemui, Jumat (22/8/2025).
Suatu hari, ia menanyakan pada keponakannya, Novi, soal ponsel bekas. Novi kemudian memberikan sebuah ponsel lama yang sudah lebih dari setahun disimpan karena rusak total. Awalnya, ponsel itu disarankan untuk diperbaiki di konter. Namun, biaya perbaikan yang mahal membuat Dede berpikir dua kali.
Tak kehabisan akal, Dede mencari cara lewat video YouTube. Ia pun memberanikan diri membongkar ponsel tersebut.
“Saya lihat baterainya sudah kembung. Terus saya pukul pelan-pelan pakai palu, lalu saya bungkus plastik, saya titip masukin ke freezer kulkas kakak saya, soalnya saya enggak punya kulkas,” ungkapnya.
Empat jam kemudian, baterai itu dipasang kembali ke ponsel. Hasilnya mengejutkan, ponsel itu hidup kembali tanpa harus dibawa ke konter.
“Alhamdulillah bisa nyala. Kalau dibawa ke konter, biayanya lumayan besar, saya pasti enggak sanggup,” ujar Dede lega.
Kisah Dede ini menjadi bukti ketekunan seorang nelayan yang tak mudah menyerah meski keterbatasan ekonomi. Baginya, teknologi bukan hanya milik orang berduit, melainkan bisa dipelajari siapa saja yang mau berusaha. (Nana apon)
editor : Ida





