WH.SUKABUMI – Gelombang penolakan terhadap peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi semakin menguat. Sejumlah tokoh Pajampangan menyatakan komitmen bersama untuk turun langsung memberantas peredaran barang haram yang dinilai mengancam masa depan generasi muda.
Yudi Pratama alias Si Peci Merah, yang juga Ketua Koskab Sapujagat Pajampangan sekaligus Panglima Jampang Tandang Makalangan, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar wacana.
“Saya tidak akan mundur selangkah pun. Selama masih ada narkoba beredar di Pajampangan dan selatan Sukabumi, kami akan terus bergerak,” tegas Yudi, Selasa (3/3/2026).
Ia menyebut, peredaran narkotika sudah menjadi ancaman serius yang harus dilawan secara bersama-sama.
“Ini bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab moral kita semua untuk menyelamatkan anak-anak muda dari kehancuran,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua MUI Kecamatan Surade bersama para ulama Pajampangan. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba adalah bagian dari menjaga akhlak dan masa depan umat.
“Narkoba adalah musuh bersama. Kami para ulama siap berdiri di barisan depan untuk memberikan edukasi dan membentengi generasi muda dengan nilai agama,” kata salah satu tokoh ulama.
Sesepuh Pajampangan, Asmu Bentang, turut menyuarakan sikap tegas. Ia menilai seluruh elemen masyarakat harus bersatu tanpa kompromi.
“Tanah Pajampangan tidak boleh dijadikan ladang peredaran narkoba. Kami para sesepuh turun tangan demi menjaga marwah dan masa depan daerah ini,” ujarnya.
Yudi menambahkan, kolaborasi antara tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Kami solid. Tidak ada ruang bagi bandar maupun pengedar. di Selatan Sukabumi harus bersih dari narkoba,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kecamatan Simpenan, Apon Sunandar, juga angkat bicara. Ia menyoroti maraknya peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba jenis sabu yang belakangan dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Regenerasi muda harus kita jaga. Sekarang ini peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba jenis sabu makin marak. Itu sangat merusak masa depan bangsa,” tegas Apon.
Ia mengaku pernah melihat langsung dampak buruk kecanduan narkoba.
“Saya dulu melihat sendiri bagaimana korban narkoba rela melakukan apa pun demi mendapatkan barang tersebut. Itu sangat menghancurkan kehidupan,” ungkapnya.
Apon menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan yang dipelopori Si Peci Merah Tijampang. Bahkan, ia siap mengerahkan anggotanya untuk ikut serta dalam upaya pemberantasan.
“Saya setuju dan mendukung penuh pergerakan Si Peci Merah. Bila perlu, kalau saya harus turunkan pasukan, saya siap. Demi menyelamatkan generasi muda selatan Sukabumi,” tandasnya.
Gerakan bersama lintas tokoh agama, adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan ini diharapkan menjadi kekuatan moral sekaligus sosial untuk menekan dan memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Pajampangan dan sekitarnya.(Nanan)
editor : Ida











