WH.Pangandaran – Pembangunan saluran irigasi program inpres tahun anggaran 2025 dikeluhkan petani karena gagal pungsi akibat dinding saluran ambruk. ( roboh ), ambruknya bangunan tersebut diduga akibat dibawah standar teknis,
Roboh dan gagal pungsi dari pembangunan proyek pemerintah tentu mempunyai konsekwensi hukum
Proyek tersebut dikoordinasikan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy melalui OP 4 yang berada di dusun Neglasari RT 44 RW 14 Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat
Penelusuran lapangan di titik ambruk pada Minggu ( 13 / 9 /2026 ) mengungkap temuan utama ambruknya dinding saluran dan lantai belah besar, serta melakukan konfirmasi langsung dengan ketua kelompok P3A Mekar Sari Dua Paledah bapak Yayan sebagai penerima manfaat bangunan saluran irigasi
Menurut Yayan tidak berfungsinya saluran selain roboh belum ada perbaikan juga ada lantai saluran yang belah cukup besar jika di hitung global sepanjang 300 meter, untuk yang belah kecil hampir keseluruhan
Saluran tidak kunjung diperbaiki air dibutuhkan masa tanam 2 bisa gagal panen maka saya dan petani inisiatif memasang paralon sepanjang 28 meter itu dilakukan demi petani karena ngeluhnya ke ketua kelompok P3A, gagalnya bangunan seperti ini dampaknya ke kelompok sedangkan pemborong tidak kena apa apa dari petani
Menurutnya bangunan tidak ada pondasi cuma ditaruh doang, cara memang ada galian cuma bangunan tidak menjadi kesatuan maka tidak ada kekuatan
Kami tidak mengerjakan proyek hanya penerima manfaat yang mengerjakan pihak pemborong
Robohnya bangunan Desember 2025 dan disampaikan ke TPM hanya ada jawaban mau dilaporkan ke bale karena sudah dilimpahkan, maka kami bingung , bahkan dokumentasi sudah di kirim ke BBWS sama bapak kepala Desa tapi sampai detik ini tidak kunjung ada perbaikan

Saluran sepanjang seribu seratus sepuluh meter ini sama sekali belum ada manfaatnya bagi petani karena bangunan ya ambruk jadi gagal fungsi
Saat uji coba air tiba tiba ke hilir air menghilang ternyata dinding saluran ditengah roboh seperti ini, bahkan ada lantai saluran sepanjang 4 meter amblas karena lagi butuh air terpakai diperbaiki hasil hutangan
Jumlah keselurahan yang ambruk itu ada 7 titik, 6 diperbaiki yang satu ini tidak katanya sudah beres,
Dari awal kelompok sama pemborong meminta ke TPM agar ada penopang namun tidak digubris karena tidak ada dalam gambar dari dinas, panjang saluran dikurangi tidak apa yang penting bangunan kaut tegas ketua Yayan
tidak ada serahterima dari pihak manapun kekelompok sebagai penerima manfaat termasuk dari BBWS, namun jika ada serah terima pasti kami tolak dengan kondisi bangunan seperti ini, karena bangunan tersebut gagal pungsi
Dari kelompok meminta ada perbaikan serius , karena saya sebagai ketua kelompok P3A mendapat tekanan dari masyarakat tani atas kejadian ini, disangkanya ada kongkalingkong dengan pihak pemborong, itu yang menjadi beban mental sebagai ketua kelompok P3A pungkasnya
Pada semua pihak terkait diharapkan kroscek lapangan atas keluhan petani yang diwakili ketua P3A ( Naistiani / A, Supendi )
editor : Ida











