SIRAPI Jadi Andalan Digitalisasi Reproduksi Sapi di Kab. Tuban

banner 468x60

WH.TUBAN – Mengelola peternakan sapi bukan hanya soal menyediakan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Memastikan sapi mendapatkan penanganan reproduksi tepat waktu juga menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas. Namun, mengingat kapan sapi harus menjalani pemeriksaan kebuntingan atau kapan siklus birahi berikutnya tiba tidak selalu mudah.

Catatan di kertas yang rawan hilang maupun sekadar mengandalkan ingatan dapat membuat jadwal penanganan terlewat. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi tersebut berpotensi menghambat reproduksi dan menurunkan produktivitas ternak.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban menghadirkan SIRAPI (Sistem Informasi Reproduksi Sapi). Inovasi berbasis teknologi ini dirancang untuk membantu peternak dan petugas kesehatan hewan mengelola informasi reproduksi sapi secara lebih praktis, teratur, dan tepat waktu.

Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto, S.STP., MM., menjelaskan SIRAPI menjadi salah satu langkah digitalisasi pelayanan kesehatan hewan, khususnya dalam mendukung manajemen reproduksi sapi. SIRAPI merupakan sistem digital yang mengintegrasikan pencatatan reproduksi sapi, pemantauan kebuntingan, kelahiran, gangguan reproduksi, serta dilengkapi fitur early warning system untuk mendeteksi dini waktu birahi, keterlambatan kawin, maupun potensi kegagalan reproduksi (majir).

Melalui sistem ini, petugas dapat melakukan pendampingan secara lebih tepat sasaran sehingga efisiensi reproduksi sapi meningkat. “Melalui SIRAPI, data reproduksi sapi dapat dikelola secara lebih terstruktur. Peternak dan petugas dapat mengetahui jadwal penting reproduksi ternak sehingga penanganan bisa dilakukan lebih tepat waktu,” jelasnya.

*Cukup Lewat Ponsel, Jadwal Reproduksi Lebih Mudah Dipantau*

SIRAPI dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web yang ramah pengguna. Peternak dimudahkan karena dapat mengaksesnya melalui peramban pada ponsel pintar tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Pengguna cukup memasukkan data dasar sapi, mulai dari identitas dan umur ternak hingga riwayat inseminasi buatan serta penanganan kesehatan. Berdasarkan data tersebut, sistem akan membantu menghitung perkiraan jadwal penting dalam siklus reproduksi sapi.

Salah satu fitur unggulan SIRAPI adalah pengingat otomatis. Fitur ini membantu memberikan notifikasi ketika tiba waktu pemeriksaan kebuntingan maupun deteksi birahi ulang. Dengan adanya pengingat tersebut, peternak dan petugas kesehatan hewan memiliki acuan untuk melakukan tindak lanjut sesuai jadwal.

Langkah ini penting untuk mengurangi risiko keterlambatan penanganan reproduksi yang dapat menyebabkan sapi mengalami masa tidak produktif berkepanjangan. “Teknologi ini kami arahkan agar benar-benar memberi manfaat bagi peternak. Bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana data yang dimasukkan dapat membantu pelayanan kesehatan hewan menjadi lebih efektif,” ungkap Eko.

*Mendukung Peningkatan Produktivitas Peternakan*
Hadirnya SIRAPI akan membawa dampak pada stakeholder di bidang peternakan. Bagi peternak, pemanfaatan SIRAPI akan mengefisiensikan biaya operasional mulai dari pakan hingga biaya perawatan. Sehingga sapi peternak semakin produktif. Selain itu, meminimalkan kematian sapi
Bagi petugas kesehatan hewan maupun dokter hewan, ketersediaan riwayat ternak yang lebih terstruktur juga membantu proses pemantauan dan penanganan. Informasi mengenai riwayat inseminasi, pemeriksaan, dan kesehatan sapi dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pelayanan berikutnya.

Keberadaan SIRAPI memiliki peran krusial bagi Pemkab Tuban dalam meningkatkan populasi sapi potong yang mengalami tren penurunan cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir. Tidak hanya itu, sekaligus mendukung program makan bergizi gratis dari sisi ketersediaan daging merah
Lebih dari sekadar sistem pencatatan, SIRAPI menjadi gambaran bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan pada kebutuhan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Peternak tidak lagi harus sepenuhnya bergantung
pada catatan manual atau ingatan untuk memantau jadwal reproduksinya ternaknya.

Eko juga menegaskan DKP2P Kabupaten Tuban akan terus mendorong pemanfaatan tehnologi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung produk tivitas peternakan.Harapannya inovasi seperti SIRAPI dapat semakin memudah
kan peternak, memperkuata pelayanan kesehatan hewan, dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan peternak di kabupaten Tuban, tegasnya.( G.Ashuri )

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *