WH.SUKABUMI – Kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di kawasan perkebunan jati Kampung Margaluyu Dua, RT 007/005, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya sejumlah luka yang diduga akibat benda tumpul pada tubuh korban.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pemeriksaan medis secara menyeluruh, termasuk autopsi, masih diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, S.H., M.H., mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP bersama personel identifikasi dan penyidik setelah menerima laporan penemuan mayat pada Selasa (13/10/2026).
“Dari hasil olah TKP sementara, kami mengindikasikan terdapat beberapa luka yang diduga akibat benda tumpul. Namun, untuk memastikan hal tersebut, kami memerlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh sehingga dapat disimpulkan apakah penyebabnya merupakan kekerasan atau ada hal lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Dudi Rabu 14-10-2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan, tubuhnya sudah mengalami pembusukan lanjut dan bagian atas tubuhnya dalam keadaan terbuka pakaian.
Selain memeriksa kondisi jasad, petugas juga menemukan sejumlah petunjuk di sekitar lokasi, di antaranya beberapa sandal yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian.
Lokasi penemuan jasad berada di kawasan perkebunan yang relatif jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut memungkinkan keberadaan hewan liar di sekitar lokasi.
Polisi belum dapat memastikan apakah hewan liar turut memengaruhi kondisi maupun posisi jasad sebelum ditemukan warga. Tim penyidik masih mendalami kondisi lingkungan dan berbagai petunjuk yang ditemukan di sekitar TKP.
“TKP merupakan area kebun yang memang jauh dari lingkungan masyarakat sehingga memungkinkan adanya hewan-hewan liar. Namun, terkait hal tersebut, tim kami masih mendalami untuk memastikan apakah ada indikasi hewan liar yang mengubah posisi jenazah atau tidak,” jelasnya.
Identitas Korban Masih Misterius
Di tengah penyelidikan yang berlangsung, identitas korban masih menjadi salah satu persoalan utama yang harus diungkap polisi. Hingga pemeriksaan awal di lokasi selesai dilakukan, petugas belum menemukan dokumen atau petunjuk yang dapat memastikan siapa perempuan tersebut.
Penyidik kini menelusuri berbagai informasi, termasuk melalui sumber digital dan media sosial, guna mencari kemungkinan kecocokan dengan laporan orang hilang.
Sementara itu, jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk pemeriksaan luar dan autopsi sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi korban, memperkirakan kondisi medis yang berkaitan dengan kematian, serta memberikan petunjuk untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Polres Sukabumi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera melapor kepada kepolisian melalui layanan 110.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat, apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya atau kerabatnya, silakan segera menghubungi layanan 110 agar dapat kami tindak lanjuti untuk mempercepat proses penyelidikan,” pungkas Dudi.
(Nanan Apon)
editor : Ida











