WH.NGANJUK –Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pilar penopang utama (supporting system) bagi pembangunan Provinsi Jawa Timur. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memimpin Peringatan Hari Jadi Jawa Timur di Halaman Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo.
Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Marhaen menyampaikan tiga esensi mendasar dalam memperingati hari lahir provinsi: rasa syukur atas fondasi yang diletakkan para pendahulu, kewajiban melestarikan semangat perjuangan melalui aksi nyata pembangunan, serta jaminan keberlanjutan arah kebijakan di masa depan.
”Siapa pun pemimpinnya kelak, pembangunan daerah tidak boleh terputus. Nganjuk siap dan berkomitmen penuh menjadi penopang utama sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim,” tegas Marhaen di hadapan jajaran aparatur dan peserta upacara.
Keselarasan program pembangunan Kabupaten Nganjuk dengan visi Provinsi Jawa Timur dibuktikan melalui deretan capaian konkret di berbagai sektor krusial:
Sektor Ketahanan Pangan (Jatim Agro): Nganjuk mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan terbesar ketiga di Jawa Timur, sekaligus penopang utama ketahanan pangan nasional.
Infrastruktur & Aksesibilitas (Jatim Akses): Tingkat kemantapan jalan daerah di Nganjuk telah menembus 87 persen, melampaui rata-rata daerah lain guna memperlancar konektivitas ekonomi antarwilayah.
Investasi & Ketenagakerjaan (Jatim Sejahtera & Kerja): Penyerapan tenaga kerja lokal dipacu lewat prioritas investasi berbasis padat karya guna menekan tingkat pengangguran terbuka.
Layanan Dasar & Kesejahteraan (Jatim Cerdas & Sehat): Pemkab Nganjuk konsisten menyalurkan beasiswa pendidikan serta berhasil mendorong kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat hingga mencapai 97 persen.
Tata Kelola Pemerintahan (Jatim Amanah): Reformasi birokrasi ditegaskan melalui komitmen bebas pungutan liar (pungli) dan transparansi layanan “nol rupiah” bagi seluruh aparatur sipil.

Lingkungan & Keharmonisan (Jatim Harmoni & Lestari): Menjaga soliditas birokrasi, memberikan penghargaan purna tugas, serta menjaga kelestarian ekologi daerah.
Rangkaian upacara Peringatan Hari Jadi Jawa Timur ini ditutup dengan pekik semangat kebersamaan seluruh peserta—menegaskan kesiapan Nganjuk dan Jawa Timur secara keseluruhan untuk menyongsong peran strategis sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Catatan Redaksi:
Dalam naskah awal tercantum “Hari Jadi ke-81”. Sesuai Perda Prov. Jatim No. 6/2007, Provinsi Jawa Timur berdiri pada tahun 1945 (12 Oktober 1945), sehingga penomoran hari jadi yang tepat dipasangkan dengan tanggal tersebut dihitung sejak tahun berdirinya.
editor : Ida











