WH.NGANJUK –Proyek revitalisasi fasilitas pendidikan bersumber dari dana negara di SMK Al-Husna Loceret, Kabupaten Nganjuk, mendadak jadi sorotan.
Pasalnya, proyek tersebut terkesan misterius akibat aksi ‘kebisuan massal’ dari para pekerja hingga pihak sekolah saat dikonfirmasi mengenai penanggung jawab pengerjaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (10/9/2026), aktivitas pembangunan tampak berjalan, mulai dari pembongkaran bangunan lama, pengecoran, hingga penggarapan struktur kayu.
Namun, ketika ditanyai mengenai identitas pengarah kerja (mandor) maupun pihak yang mempekerjakan mereka, para tukang di lapangan kompak mengaku tidak tahu-menahu.
Sebagian pekerja berdalih baru bekerja selama satu hari, sementara yang lain mengaku hanya diajak rekan kerja.
Bahkan, mereka tidak mengetahui siapa pihak yang nantinya akan membayar upah harian mereka.
Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GAKK Kabupaten Nganjuk. Ketua LSM GAKK, Sumarno, yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan kekecewaannya lantaran pihak sekolah juga tidak memberikan kejelasan.
”Ini pekerjaan siapa? Mereka bekerja untuk siapa, dibayar oleh siapa, dan penanggung jawabnya siapa? Papan informasi revitalisasi ada, tetapi saat dicari tahu, semua pihak mendadak tertutup,” ujar Sumarno di lokasi kejadian.
Sumarno menegaskan, jika proyek tersebut dijalankan melalui mekanisme swakelola, keberadaan Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) harus jelas dan transparan kepada publik. Berdasarkan regulasi, P2SP merupakan panitia bentukan unsur internal sekolah dan masyarakat setempat yang bertugas menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), mengelola pengadaan barang dan jasa, hingga mengawasi pelaksanaan fisik dan menyusun laporan pertanggungjawaban.
”Kami ingin tahu siapa P2SP-nya, serta bagaimana bentuk perjanjian kerjasamanya jika memang memborongkan pengerjaan ke pihak lain. Transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah adalah hal wajib,” tegasnya.
Atas temuan ini, LSM GAKK berencana meneruskan aduan resmi ke dinas terkait dan mengirimkan surat permintaan informasi lanjutan kepada pihak SMK Al-Husna Loceret guna membuka tabir transparansi proyek tersebut.

Guna menjaga keberimbangan informasi dan asas keberimbangan berita, media ini tetap membuka ruang bagi pihak SMK Al-Husna Loceret, dinas terkait, maupun pelaksana proyek untuk memberikan klarifikasi atau keterangan lebih lanjut.
editor : Ida











