Diduga Minimnya Pengawasan Pemerataan Penerima MBG Untuk Dapur Makan Bergizi Gratis Di Kecamatan Ciampea.

banner 468x60

WH.BOGOR – Minimnya pengawasan terhadap dapur makan gizi gratis, khususnya di Kecamatan Ciampea,membuat tidak adanya pemeratan dalam jumlah penerima manfaat dari dapur dan tidak sesuai dengan Pasal 5 ayat (1) Perpres Nomor 83 Tahun 2024,peraturan presiden tentang makan bergizi gratis ( MBG ) yang di peruntukan penerima manfaat mulai dari pendidikan anak usia dini ( Paud) Anak didik ( SD,SMP,SMA/sederajat ), ibu hamil dan menyusui serta lansia, masih terjadi di dapur yang ada di kecamatan ciampea kabupaten Bogor , hal ini terlihat tidak meratanya jumlah penerima manfaat dari dapur satu dan dapur lainya , serta wilayah / zona terdekat antara penerima manfaat dengan dapur, hingga saat ini belum sepenuhnya di terapkan.

Salah satu contoh dapur yang ada di desa Cinangka kecamatan ciampea , meski banyak penerima manfaat , namun pihak dapur hanya dapat membagikan MBG untuk pondok pesantren saja , sementara ada banyak sekolah sekolah yang lokasinya sangat dekat.

“kemas firman Hidayat,”selaku pengelola dapur di desa Cinangka kecamatan ciampea Bogor mengatakan, bahwa pihaknya tidak diberikan kesempatan untuk memberikan penerima manfaat terdekat dari dapurnya, meski banyak sekolah dan pesantren di desa Cinangka ini dapur saya hanya menerima sekitar seribu lima ratus orang saja , padahal ada banyak sekolah yang lokasinya berdekatan dengan keberadaan dapur saya ” ujarnya pada media kamis (10/06/2026).

Berdasarkan aturan dari badan gizi Nasional ( BGN ) jarak antara dapur dan sekolah maksimal 30 menit dengan radius 6 KM, hal ini guna menghindari terjadinya hal tidak di inginkan, semisal makanan mudah basi dan atau terlambat tiba di penerima manfaat. kemas menambahkan bahwa regulasi ini harusnya sudah di terapkan oleh koordinator SPPG kecamatan, namun pihaknya belum sepenuhnya di terapkan, dan tidak hanya itu , puluhan relawan dapur MBG di desa cinangka harus di rumahkan, dengan alasan jumlah penerima kurang dari 2000 orang.”
Dapur kami mulai hari ini terpaksa merumahkan belasan relawan, lantaran jumlah penerima manfaat tidak memenuhi kuota.”pungkasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi melalui pesan what up kordinator sppg kecamatan ciampea Daffa Rahmawan Purnama yusup menjelaskan bahwa ” pihaknya sudah membuat plant terkait dengan pemerataan tersebut,dan masih menunggu instruksi dari pusat”
Gini mas pemerataan sudah saya atur sedemikian rupa bukan berarti pemerataan tidak berjalan dan dapur memperkaya diri sendiri, pemerataan oleh pusat sedang di hold dahulu mas karena sedang ada pembenahan pemberkasan di sistem nya, saya beserta jajaran sudah membuat plan pemerataan pm (Penerima Manfaat) kalau pimpinan sudah mengizinkan saya akan laksanakan dan ini sudah saya sampaikan ke semua kepala sppg berkaitan dengan pemerataan tersebut.”pungkasnya.

Meski demikian, warga sangat berharap agar setiap warga yang berhak menerima MBG bisa merasakan menu dengan cara frash , dan dari dapur yang ada atau terdekat dengan rumah/ sekolah / pondok pesantren. Nining , salah satu orang tua penerima manfaat mengatakan anaknya selalu dapat menu MBG dari dapur sebelah ( beda desa ) , ” saya belum pernah dapat MBG dari dapur di desa ini, padahal jarak rumah maupun sekolah anak saya tidak jauh dari dapur ” ujar nining yang anaknya sekolah di SDN cinangka 3 ini .

Reporter:Rachman/Tim.

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *