Uncategorized

Dari Bantu Korban Kebakaran hingga Bedah Rumah, AKBP Benny Cahyadi Kini Diserang Fitnah Digital

WH.Sukabumi – Gaya kepemimpinan humanis yang kerap turun langsung ke tengah warga marjinal kini tengah diuji serangan disinformasi di ruang siber. Baru sekitar tiga bulan memimpin Korps Bhayangkara di Sukabumi usai menggantikan AKBP Samian, AKBP Benny Cahyadi menjadi sasaran kampanye hitam akun-akun anonim di media sosial.

Materi yang diunggah sengaja memelintir agenda kegiatan dinas hingga menyoal sumber pendanaan aksi-aksi kemanusiaan yang digulirkan jajarannya.

Mulai dari potongan momen sosial Bhayangkari yang dibingkai miring, hingga tudingan penyelewengan anggaran operasional untuk kegiatan bakti sosial.

Serangan konten manipulatif tersebut kontras dengan rekam jejak kepedulian yang telah terbangun di lapangan. Jauh sebelum menakhodai Polres Sukabumi secara definitif, sentuhan empati Benny telah terbukti nyata di tengah kepedihan warga.

Kiprahnya sempat menyita perhatian saat terjadi kebakaran maut di Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu. Peristiwa pilu itu merenggut nyawa seorang ibu bernama Eni (33) dan mengakibatkan sang anak, balita Arya (3,5 tahun), menderita luka bakar serius.

Saat itu, sosok Benny bergerak senyap sebagai “polisi misterius” yang menanggung seluruh biaya perawatan medis sang balita hingga membangunkan kembali rumah permanen yang ludes terbakar tanpa mempublikasikan identitasnya.

Tak hanya di Cibodas, aksi kepedulian sosial Benny terus berlanjut di berbagai pelosok Sukabumi. Mulai dari program bedah rumah bagi kaum dhuafa seperti Mak Mae dan Mak Kaesih, penanganan warga rentan di Nyalindung, renovasi fasilitas kelas yang nyaris ambruk di pelosok Ciemas, hingga distribusi sembako rutin bagi ratusan nelayan dan buruh pesisir di Palabuhanratu.

Diterpa framing negatif di tengah konsistensinya turun ke masyarakat, Benny memilih pasang badan secara terbuka dan tidak surut langkah.

“Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban saya, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Secara transparan dan teliti, dan siap diaudit. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal,” tegas Benny kepada detikJabar, Senin (2/11/2026).

Benny memastikan seluruh paket bantuan kemanusiaan yang digulirkan selama ini sama sekali tidak menyentuh anggaran kedinasan maupun pemotongan hak anggota.

“Salah satu program yang memang dari awal saya lakukan adalah bagaimana hari ini polisi hadir untuk masyarakat, salah satunya dalam hal kegiatan sosial. Bantuan sosial yang kami lakukan murni dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga kami yang disisihkan sebagai sedekah untuk masyarakat. Kalaupun ada pemberitaan yang menyatakan anggaran tersebut hasil korupsi atau pemotongan anggaran Polres, saya pastikan itu tidak benar,” urainya lugas.

Terkait manipulasi dokumentasi kegiatan sosial Bhayangkari, Benny juga membeberkan fakta utuh. Potongan foto yang dinarasikan seolah ada pengawalan khusus atau ajudan pembawa tas dibantah keras melalui rekaman asli di lokasi.

“Secara fakta, kegiatan tersebut murni kegiatan sosial kekeluargaan. Ada salah satu anggota Polwan Polres Sukabumi kondisinya sedang sakit, maka atas inisiatif Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi mengajak beberapa Polwan untuk menjenguk rekan kerja yang sakit. Foto sebenarnya tidak seperti yang digambarkan membawa tas. Yang bersangkutan adalah anggota Polwan Satnarkoba yang diajak bersama personel lain,” paparnya.

Benny menegaskan telah melaporkan materi hoaks tersebut ke tingkat komando atas dan memprosesnya secara hukum guna menjaga marwah institusi Polri.

Serangan terhadap pucuk pimpinan Polres Sukabumi ini diduga kuat memiliki keterkaitan dengan sindikat siber yang belakangan meresahkan wilayah Sukabumi Selatan.

Sebelumnya, Paguyuban Kades Pajampangan bersama komunitas penambang rakyat resmi mendatangi Mapolres Sukabumi guna melaporkan teror pemerasan oleh akun anonim serupa yang kerap mengintimidasi korban menggunakan narasi sepihak berujung permintaan uang tebusan penghapusan konten.(Nanan apon)

Efitor : Ida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *