Uncategorized

Kapolres Morowali Pimpin Upacara PTDH Tiga Personel, Tegaskan Komitmen Penegakan Disiplin dan Kode Etik Polri

WH.Morowali – Polres Morowali melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap tiga personel Polres Morowali pada Selasa, (3/11/ 2026).

Upacara tersebut menjadi bentuk ketegasan institusi Polri dalam menegakkan disiplin, kode etik profesi, serta supremasi hukum di lingkungan internal kepolisian.

Dalam amanatnya, Kapolres Morowali AKBP REZA KHOMEINI, S.I.K., menegaskan bahwa keputusan PTDH terhadap ketiga personel tersebut bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru, melainkan telah melalui proses hukum dan persidangan yang panjang, transparan, serta sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kapolres menyampaikan bahwa berbagai upaya pembinaan dan peringatan sebelumnya telah diberikan. Namun, personel yang bersangkutan tetap memilih melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku sehingga dinilai telah mencederai marwah institusi Polri.

“Upacara ini adalah bentuk ketegasan dan realisasi dari komitmen pimpinan Polri dalam menegakkan disiplin, kode etik profesi, serta supremasi hukum di internal kita,” tegas Kapolres dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahwa setiap anggota Polri terikat oleh sumpah jabatan dan kode etik profesi. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, setiap personel dituntut untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Menurutnya, pemberhentian tersebut harus dimaknai dari dua sisi, yakni sebagai bentuk penegakan hukum yang tidak pandang bulu sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh personel agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat merusak citra dan kehormatan institusi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh pejabat utama dan para Kapolsek jajaran agar meningkatkan pengawasan melekat (Waskat) terhadap anggota masing-masing.

Ia meminta agar pembinaan dilakukan secara dini dan berkelanjutan. Apabila ditemukan anggota yang mulai menunjukkan gejala indisipliner atau melakukan pelanggaran, pimpinan di setiap satuan fungsi maupun wilayah diminta segera mengambil langkah pembinaan, teguran, dan tindakan yang diperlukan sebelum pelanggaran semakin berkembang.

“Jadikan peristiwa PTDH terhadap tiga personel ini sebagai pelajaran berharga. Jangan sampai ada lagi anggota Polres Morowali yang mengikuti jejak yang sama. Laksanakan pengawasan melekat, lakukan pembinaan sejak dini, serta selamatkan anggota sebelum semuanya terlambat,” pesan Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Morowali semakin kompleks. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan sosok polisi yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menutup amanatnya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk kembali memperkuat niat dan komitmen awal saat memilih menjadi anggota Polri, meningkatkan kedisiplinan, merapatkan barisan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Melalui pelaksanaan upacara PTDH ini, Polres Morowali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal, memperkuat pengawasan dan pembinaan personel, serta menjaga marwah institusi demi terwujudnya Polri yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.*

(Dian)

Editor : Ida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *